Humas Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Pandemi Covid-19 Kabupaten Jombang Budi Winarno saat diwawancarai. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)
Humas Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Pandemi Covid-19 Kabupaten Jombang Budi Winarno saat diwawancarai. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)

Satu orang pasien dalam pengawasan (PDP) dan satu orang dalam pemantauan (ODP) covid-19 meninggal dunia di Jombang. Keduanya meninggal saat dirawat di RSUD Jombang.

Seorang PDP yang meninggal ini merupakan perempuan (40) dari Kecamatan Ploso, sedangkan ODP yang meninggal merupakan perempuan (50) yang juga berasal dari kecamatan yang sama.

Kabar meninggalnya seorang PDP dan ODP ini dibenarkan oleh Humas Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Pandemi Covid-19 Kabupaten Jombang Budi Winarno. 

Ia mengatakan, pasien meninggal di RSUD Jombang pada Junat (3/4) pagi.

Disampaikan Budi, kedua pasien RSUD Jombang itu meninggal karena penyakit bawaan yang menyertainya. 

Menurut hasil tes swab, lanjut Budi, kedua pasien dinyatakan negatif covid-19. 

"Itu karena penyakit bawaan. Jadi hasil rapid tes dan swabnya itu negatif," ujarnya saat dihubungi wartawan, Jumat (3/4) sore.

Direktur RSUD Jombang dr Pudji Umbaran mengatakan, pasien PDP ini diketahui telah melakukan perjalan ke Bogor. 

Karena pasien datang dari wilayah terjangkit corona, kemudian pasien dimasukkan dalam kategori PDP.

Sebelum meninggal, pasien PDP ini sempat menjalani perawatan di RSUD Jombang sejak Minggu (29/3). 

Kondisi pasien PDP saat masuk mengalami gejala panas, sesak nafas dan penurunan daya tahan tubuh. 

Karena itu, pasien dilakukan pengambilan swab untuk memastikan pasien mengidap corona atau tidak.

"Kalau PDP memang kondisi gizinya kurang bagus. Saat masuk memang kondisinya sejak awal jelek. Kalau sudah seperti itu memang agak sulit mendeteksi (penyakit penyertanya, red). Yang jelas hasil swab kita nyatakan negatif (corona, red)," kata dr Pudji pada wartawan.

Sementara, untuk kasus ODP meninggal, kata Pudji, pasien diketahui habis melakukan perjalanan dari Jakarta. 

Pasien perempuan asal Kecamatan Ploso itu, datang memeriksakan diri ke RSUD Jombang pada Senin (30/3) pagi.

Saat pemeriksaan awal, pasien tersebut mengeluh sakit perut dan mengalami demam tinggi. 

Karena untuk kewaspadaan, kata dr Pudji, dirinya memasukan pasien ke dalam kategori ODP.

"ODP itu masuk waktu itu sakitnya sakit perut. Kemudian hasil expert, karena tidak ada tanda-tanda covid-19 maka statusnya waktu itu statusnya umum. Kemudian karena kewaspadaan dan keragu-raguan maka kita masukkan ke status ODP. Kita rawat kurang lebih 5 harian kemudian Jumat meninggal," ungkapnya.

Kendati kedua pasien dinyatakan negatif covid-19, namun pihak rumah sakit tetap menerapkan protokol kesehatan pada jenazah pasien.

"Walaupun hasil swabnya negatif, atas dasar kewaspadaan maka kehati-hatian itu tetap kami jaga. Kita pakek prosedur mendekati covid-19. Jadi kita bungkus dengan plastik dan sebagainya," pungkasnya. (*)