Pemberian sembako dan alat kesehatan bagi masyarakat terdampak covid-19 oleh mahasiswa GMNI UM (Istimewa).
Pemberian sembako dan alat kesehatan bagi masyarakat terdampak covid-19 oleh mahasiswa GMNI UM (Istimewa).

Pandemi covid-19 cukup berpengaruh besar pada kehidupan sosial ekonomi masyarakat di Kota Malang. 

Kebijakan phyisical distancing cukup berpengaruh pada aktivitas perekonomian mereka. 

Terutama para buruh dan pekerja harian yang penghasilannya dipastikan merosot tajam.

Aksi sosial pun marak dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat dengan ekonomi bawah. 

Salah satunya digelar GMNI Universitas Negeri Malang (UM) melalui gerakan Aksi Sosial Lawan Covid-19 #SolidarityforHumanity.

Aksi itu berhasil mengumpulkan donasi hingga menvapai Rp 30 juta lebih, atau tepatnya Rp30.125.000. 

Donasi itu kemudian disalurkan kepada masyarakat ekonomi bawah dalam bentuk sembako, seperti beras, minyak goreng, hingga telor.

Ketua Komisariat GMNI UM, Dinas Iriandana menyampaikan, berbagai kebijakan telah diluncurkan oleh pemerintah, baik pemerintah pusat maupun daerah dalam menangani pandemi covid-19. 

Namun, kebijakan tersebut dirasa belum bisa menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

Disisi lain, korban dari adanya pandemi ini terus bertambah hari demi hari, tak terkecuali di Kota Malang. 

Sehingga, melalui gerakan ini diharapkan mampu meringankan beban masyarakat terdampak.

"Sasaran utama dari adanya aksi kemanusiaan ini adalah pemberian sembako beserta hand sanitizer untuk teman-teman mahasiswa Bidikmisi Universitas Negeri Malang yang hingga saat ini masih belum bisa kembali ke daerahnya," katanya.

Selain itu, bantuan tersebut juga disalurkan pada para pejuang ekonomi arus bawah seperti tukang becak, tukang ojek, pedagang kecil yang pendapatannya menurun bahkan harus tutup karena adanya pandemi ini. 

Ratusan paket sembako dan alat kesehatan (hand sanitizer dan masker) dibagikan pada aksi kemanusiaan kali tersebut.

Dia menjelaskan, rangkaian aksi kemanusiaan ini dimulai Senin (30/3/2020) lalu dengan kegiatan open donation yang disebar melalui media sosial. 

Dalam agenda open donasi tersebut, masyarakat bisa menyisihkan rezeki mereka dalam bentuk uang, sembako, masker, hand sanitizer, maupun APD.

"Dari hasil open donasi serta dana gotong royong, keluarga GMNI Universitas Negeri Malang, telah terkumpul dana dengan nominal sebesar Rp 30.125.000," tambahnya.

Hasil donasi yang masuk tersebut kemudian dialokasikan untuk pembelian hand sanitizer, masker, serta sembako. 

Dengan rincian 300 botol hand sanitizer, 200 masker, 1 ton beras, 200 liter minyak goreng, 200 kilogram gula pasir dan puluhan kardus mie instan.

Sembako dan alat kesehatan tersebut dibagikan kepada ratusan mahasiswa bidikmisi UM yang masih di Malang serta para pejuang ekonomi kecil seperti tukang becak, tukang ojek, penjual keliling di sekitar Kampus Universitas Negeri Malang.

Aksi kemanusiaan itu berlanjut pada Jumat (3/4/2020) yaitu penyaluran hasil donasi. 

Dalam penyaluran bantuan tersebut, tim dibagi per cluster berdasarkan kecamatan mahasiswa berada, yaitu Sukun, Klojen, Lowokwaru, Blimbing, dan Kedungkandang.

Setelah pembagian kepada mahasiswa bidikmisi Universitas Negeri Malang, rangkaian acara dilanjutkan dengan membagikan paket sembako dan alat kesehatan kepada pejuang ekonomi bawah di sekitaran Kampus Universitas Negeri Malang.

"Seperti Jalan Galunggung, sekitaran Pasar Mergan hingga Pasar Besar. Semoga dengan adanya aksi kemanusiaan ini bisa sedikit meringankan beban kawan-kawan baik mahasiswa maupun pejuang ekonomi kecil yang masih belum bisa kembali ke kampung halaman," pungkasnya.