Penyaluran bantuan sembako bagi warga terdampak covid-19 dari KAHMI Kota Malang. (Foto: Dokumentasi Kahmi Kota Malang).
Penyaluran bantuan sembako bagi warga terdampak covid-19 dari KAHMI Kota Malang. (Foto: Dokumentasi Kahmi Kota Malang).

Kebijakan pemerintah yang membatasi aktivitas masyarakat  dengan social distancing dan physical distancing untuk meminimalisasi penyebaran penularan virus corona atau covid-19 berdampak pada perekonomian.

Di Kota Malang, banyak pengusahan kecil yang mengandalkan kerja harian harus menelan kepahitan. Sebab, pembatasan ini membuat dagangan mereka sepi pembeli.

Keprihatinan itu turut dirasakan semua pihak. Tak ayal aksi-aksi sosial berdatangan untuk membantu warga terdampak. Salah satunya, yang dilakukan KAHMI (Korps Alumni HMI) Kota Malang.

Kepedulian dari KAHMI ini berwujud pada program pemberian bantuan sembako bagi warga terdampak covid-19 di Kota Malang. Sasarannya, pekerja informal seperti pedagang pinggiran, pedagang cilok, penjual gorengan, dan warga tidak mampu lainnya yang berpenghasilan sekitar Rp 30 ribu per hari.

Ketua Harian KAHMIKota Malang Luthfi J. Kurniawan mengatakan, penyaluran bantuan sembako ini sebagai salah satu program ketahanan ekonomi keluarga. KAHMI berinisiatif membantu masyarakat terdampak dari pembatasan sosial yang dilakukan pemerintah.

"Masyarakat yang kita bantu adalah orang yang berpendapatan di bawah 2 dolar, standar garis kemiskinan risetnya bank dunia. Berarti kalau normal yang berpendapatan sekitar Rp 30-an ribu per hari, itu untuk pekerja informal. Nah, adanya pembatasan sosial dan wilayah ini, kan mereka langsung jobless (tidak punya pekerjaan). Itulah yang kemudian kami support," ujarnya, Jumat (3/4).

Program penyaluran bantuan sembako ini sebelumnya hasil dari pembukaan donasi yang dilakukan KAHMI selama satu minggu terakhir. Hasilnya dirupakan dalam bentuk paket sembako.

Setidaknya untuk penyaluran bantuan tahap pertama ini, ada 500 paket yang dibagikan. Tiap paket berisi beras 2,5 kg, telur 0,5 kg, 5 mi instan, dan minyak goreng. Kawasan yang disasar adalah Kelurahan Mojolangu, Oro-Oro Dowo, Merjosari, dan Dinoyo.

"Tim sebelumnya melakukan pendataan kepada masyarakat sekitar. Kami  tanyai yang penjual pinggiran, penjual gorengan dan lainnya. Kalau yang di kelurahan-kelurahan perkampungan, kami minta kepada Pak RT, warga yang sebelum ada wabah (covid-19) betul-betul berpendapatan Rp 30 ribu ke bawah. Baru kami salurkan ke masing-masing," imbuhnya.

Program ini akan terus digencarkan. KAHMI juga membuka donasi tahap ke dua agar terus bisa memberikan bantuan kepasa warga terdampak di wilayah Kota Malang lainnya. "Iya, nanti tahap berikutnya bergilir ke wilayah lainnya. Seperti Sukun dan Kedungkandang," katanya.

Meski bantuan yang diberikan belum bisa memenuhi kebutuhan satu keluarga untuk jangka waktu yang lama, paling tidak bantuan-bantuan baik dari pemerintah daerah maupun yang lainnya bisa terus berdatangan. Sehingga pemenuhan kebutuhan warga terdampak bisa tercukupi.

"Sebenarnya program ini memang tidak akan bisa meng-cover kebutuhan pokok keluarga. Tetapi paling tidak ini bisa memberikan ketahanan elonomi keluarga selama tiga hari ke depan. Kalau itu dalam satu keluarga, satu rumah ada suami, istri dan dua anak begitu ya. Nah, kami berharap itu nanti terus ada donasi dari pemerintah. Kemudian dari tempat yang lainnya juga, sehingga dalam seminggu warga bisa bertahan terus," tandasnya.