Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso saat memberikan bantuan beras kepada warga kurang mampu di Kota Batu beberapa saat lalu. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso saat memberikan bantuan beras kepada warga kurang mampu di Kota Batu beberapa saat lalu. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

Pemerintah Kota (Pemkot) Batu mulai melakukan pendataan untuk penyaluran bantuan bagi warga terdampak pandemi Covid-19. Untuk program tersebut, pemkot telah menyiapkan anggaran mencapai Rp 29,4 miliar. 

Anjuran pemerintah agar warga tetap di rumah saja, berdampak pada perekonomian sebagian warga di Kota Batu. Anggaran itu dipersiapkan untuk warga yang sangat membutuhkan di tengah dampak wabah tersebut, karena aktivitas dan kerjanya tak lagi bisa dilakukan seperti hari biasa. 

Pemkot Batu pun telah merinci daftar warga yang akan menerima bantuan tersebut. Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batu, M. Chori mengatakan, penerima bantuan tersebut memiliki profesi yang beragam. 

“Melihat dampaknya yang terjadi pada hampir semua sektor, maka profesi-profesi yang terdampak baik langsung ataupun tidak langsung kami pertimbangkan untuk mendapatkan bantuan,” ucapnya.

Warga yang mendapatkan bantuan tersebut terdiri dari sopir angkot dan ojek sebanyak 749 orang, buruh tani ada 2.300 orang. Lalu juga ada pekerja yang dirumahkan ada 9.011 orang. 

Selain itu, juga lansia miskin 1.051 orang, penyandang cacat ada 175 orang, lansia miskin dan penyandang cacat mendapat Rp 500 ribu per bulan selama 3 bulan.

“Lalu kami juga memberikan kepada PKL, UMKM, IKM sebanyak 2.678 orang. Bagi usaha kantin sekolah 314 orang, juga guide pelaku wisata 491 orang,” paparnya.

Menurutnya, pihak pemkot juga menyiapkan sembako sebanyak 30 ribu pack untuk 3 bulan ke depan bagi 2.655 KK warga kurang mampu. Sembako yang diberikan berisi beras 10 kilogram, minyak goreng 2 liter, telur 2 kilogram, gula 1 kilogram dan kecap.