Moch Choirul Anwar saat menunjukkan bukti surat bebas penjara. (Foto Adi Rosul/ JombangTIMES)
Moch Choirul Anwar saat menunjukkan bukti surat bebas penjara. (Foto Adi Rosul/ JombangTIMES)

Keputusan Menteri Hukum dan HAM RI membebaskan narapaidana untuk mencegah penyebaran virus corona atau covid-19 menjadi kabar bahagia bagi para masyarakat binaan. Seperti seorang narapidana di Jombang yang sedang mengidap tumor. Kesempatan menghirup udara segar itu, akan dimanfaatkannya untuk melakukan operasi.

Adalah Moch Choirul Anwar (44), warga Desa Tambakrejo, Kecamatan/Kabupaten Jombang. Choirul merupakan narapidana kasus narkotika yang menghuni Lapas Kelas IIB Jombang. Senyum bahagian bapak tiga anak ini terlihat cerah saat memegang surat keterangan bebas yang diberikan oleh pihak Lapas Kelas IIB Jombang pada Kamis (2/4) sore.

Ia sebelumnya divonis oleh Hakim Pengadilan Negeri Jombang 4 tahun penjara. Choirul bebas setelah menjalani hukumannya selama 26 bulan atau lebih dari setengah masa hukuman. Ia bersyukur dengan adanya program asimilasi dan integrasi dalam rangka pencegahan covid-19 oleh Kemenkumham. "Terima kasih kepada Menteri Hukum dan HAM yang telah meluncurkan program ini. Sehingga saya keluarnya lebih cepat dengan program asimilasi ini," tuturnya saat diwawancarai wartawan di dalam Lapas Kelas IIB Jombang.

Di balik terbebasnya Choirul dari hukuman penjara itu, terdapat sebuah harapan untuk kesembuhan dirinya dari penyakit yang ia derita. Usut punya usut, Choirul selama mendekam di penjara telah mengidap tumor.

Ia menuturkan, bahwa dua bulan terakhir ia mengetahui ada benjolan atau daging tumbuh pada bagian dada sebelah kiri. Ia sempat memeriksa diri ke Poli Bedah RSUD Jombang pada (10/3) lalu. "Saya sebenarnya sakit, ada benjolan di sini (dada sebelah kir, red). Istilahnya tumor, itu pun baru ketahuan dua bulan ini," kata Choirul.

Sejak Choirul mengetahui ada tumor di dalam tubuhnya, ia sempat mengajukan pindah ke Lembaga Pemasyarakatan Malang agar mendekati rumah sakit untuk menjalani operasi tumor. Belum sampai pengajuan disetujui, ia mendapatkan kabar bahwa dirinya akan dibebaskan melalui program asimilasi dari Kemenkumham.

Selanjutnya, kata Choirul, dirinya akan melanjutkan pengobatan operasi tumor yang ia derita ke sebuah rumah sakit di Surabaya setelah keluar dari Lapas Kelas IIB Jombang. "Nanti kalau sudah di rumah langsung berobat. Kemarin maunya kalai gak ada program ini mau pindah ke Lapas malang untuk mendekati rumah sakit. Berhubung ada program ini, nanti langsung berobat ke Surabaya," tandasnya.

Plt Kasi Binadik Giatja Lapas Kelas IIB Jombang M Mahmudah Haris menyampaikan, Choirul merupakan 1 diantara 32 narapidana yang bebas karena program asimilasi Kemenkumham. Mereka bebas melalui Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 10 tahun 2020 dan Keputusan Menteri Hukum dan HAM Nomor M.HH-19.PK/01.04.04 tentang pengeluaran dan pembebasan narapidana dan anak melalui asimilasi dan integrasi dalam rangka pencegahan dan penanggulangan penyebaran covid-19.

"Hal itu berkenaan dengan langkah-langkah ataupun proses pelaksanaan pencegahan penyebaran covid-19," terangnya.

Disebutkan Haris, Lapas Kelas IIB Jombang berencana akan membebaskan 120 narapidana secara bertahap. Ratusan Narapidana ini sudah melalui proses verifikasi sesuai ketentuan pada Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 10 tahun 2020 dan Keputusan Menteri Hukum dan HAM Nomor M.HH-19.PK/01.04.04.

"Batas waktunya itu sampai 7 April 2020. Yang sudah terverifikasi insyaallah di Lapas Jombang sebanyak 120 yang akan bebas, secara bertahap," pungkasnya.(*)