Ketua DPRD Trenggalek, Samsul Anam saat pimpin rapat paripurna lewat Video Conference
Ketua DPRD Trenggalek, Samsul Anam saat pimpin rapat paripurna lewat Video Conference

Patuhi surat edaran Kementerian Dalam Negeri untuk mencegah menyebarnya Covid-19, anggota DPRD Trenggalek gelar rapat paripurna menggunakan media video conference.

Sesuai agenda Rapat Paripurna siang hari ini bahas jawaban Bupati atas pandangan umum fraksi dan pendapat bupati atas pandangan dari fraksi terkait 8 (delapan) Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) yang sudah ternotakan.

Samsul Anam, Ketua DPRD Trenggalek yang kali ini juga pimpin rapat menerangkan bahwa Rapat Paripurna harus tetap terlaksana, walaupun harus gunakan video conference. Tidak hanya sampaikan pandangan fraksi, dalam agenda rapat kali ini pihaknya juga telah bentuk panitia khusus.

"Ranperda sudah kita notakan dan sudah melalui dua kali rapat paripurna, maka hari ini kita sekaligus bentuk panitia khusus yang akan membahas 8 Ranperda, lima merupakan usulan Bupati sementara tiga diantaranya dari DPRD," Terang Samsul, Kamis (03/04/20).

Samsul Anam menargetkan sekitar bulan September tahun 2020, seluruh Ranperda sudah rampung. Walau kondisi seperti ini, menurutnya serangkaian tahapan-tahapan harus tetap terlaksana.

"Ada Perda yang perlu kita kebut, seperti penangguhan BPR Bangkit Prima Sejahtera dan BPR Jwalita, karena ini adalah perintah dari OJK," tukas Samsul.

Untuk mengejar itu semua, Samsul dorong Pansus untuk segera membentuk alat kelengkapan dan melaksanakan tahapan-tahapan dengan PAPBD. Namun tetap menerapkan physical distancing sehingga jarak antara peserta tetep ada.

"Yang ditekankan dalam pembahasan seperti halnya Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Pasalnya Trenggalek masuk tiga fokus peningkatan ekonomi di Jawa Timur, yakni Selingkar Wilis," ungkap Ketua DPRD Trenggalek.

Menurutnya, potensi yang dimiliki Trenggalek saat ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Potensi Kecamatan Bendungan yang berada tepat di Selingkar Wilis harus memiliki dampak baik bagi ekonomi masyarakat Trenggalek.

"Dengan melihat potensi yang ada di Kecamatan Bendungan, paling tidak harus dimasukkan dalam RTRW. Dengan demikian kita bisa eksport potensi yang ada, untuk tingkatkan perekonomian di Trenggalak khusunya," pungkas Samsul Anam.