Ketua Komisi IV, Mugianto saat dikonfirmasi
Ketua Komisi IV, Mugianto saat dikonfirmasi

Dapati fasilitas cuci tangan pada pada checkpoint di perbatasan Trenggalek-Tulungagung masih belum efektif, Komisi IV DPRD Trenggalek inisiatif patungan beli wastafel.

"Masa ketika cuci tangan harus antre panjang dan menggerombol, itukan tidak efisien. Padahal ada imbauan untuk jaga jarak antara satu orang dengan orang lain (physical distancing) oleh WHO," ungkap Mugianto, Ketua Komisi IV DPRD Trenggalek.

Menurut Mugianto upaya yang dilakukan oleh Komisi IV hanya untuk bantu lengkapi fasilitas untuk penumpang dan pengguna jalan yang bakal diperiksa di perbatasan. Pasalnya sebelum dilakukan pemeriksaan oleh petugas, diharuskan untuk cuci tangan terlebih dahulu.

"Dan ternyata anggota Komisi IV banyak yang setuju untuk patungan menggunakan uang pribadi untuk beli alat cuci tangan atau wastafel," tambah Mugianto, Rabu (01/04/20).

Ketua fraksi Partai Demokrat tersebut juga menambahkan bahwa pihaknya akan menyediakan 10 unit wastafel untuk bantu lengkapi fasilitas tim gabungan pada checkpoint Durenan.

"Ini uang sudah terkumpul tinggal pesan alat penyangga Wastafel agar terlihat rapi dan praktis. Nanti ketika sudah selesai bakal kita kirim ke checkpoint," tambahnya.

Masih menurut Mugianto, dengan adanya fasilitas tambahan berupa Wastafel ke depan, diharapkan tidak ada lagi antrean pada checkpoint Durenan.

"Banyak yang keluar masuk Trenggalek, apalagi ini musim awal mudik. Jadi semoga langkah antisipatif kami bisa membantu mengurai lamanya pengecekan di checkpoint Durenan," pungkasnya.