65 narapidana yang bebas pasca wabah Corona dari lapas kelas 1 Malang (Ist)
65 narapidana yang bebas pasca wabah Corona dari lapas kelas 1 Malang (Ist)

Adanya wabah Corona juga berimbas pada para 65 narapidana yang ada di Lapas Kelas 1 Malang. Sebanyak 65 narapidana Lapas Kelas 1 A Malang tersebut, bakal bebas lebih cepat. Hal itu berdasar pada Keputusan Menteri Hukum dan HAM nomor M.HH-19.PK/01.04.04 tentang Pengeluaran dan Pembebasan Narapidana dan Anak Melalui Asimilasi dan Integrasi dalam Rangka Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran Covid-19.

Kepala Lapas Kelas I Malang, Agung Krisna membenarkan perihal pembebasan lebih cepat 65 napi. Hal ini merupakan implementasi Permenkumham nomer 10 tahun 2020 Tentang syarat pemberian asimilasi dan hak integrasi bagi narapidana dan anak dalam rangka pencegahan  dan penanggulangan covid 19.

Asimilasi adalah proses pembinaan narapidana dan anak yang dilaksanakan dengan membaurkan narapidana dan Anak dalam kehidupan masyarakat. Dari 65 narapidana tersebut, yang mengikuti asimilasi sebanyak 59 napi, sementara enam lainnya pembebasan dan cuti bersyarat.

Dalam pemberian asimilasi juga terdapat syarat-syarat administrasi yang harus dipenuhi seperti, fotokopi kutipan putusan hakim dan berita acara pelaksanaan putusan pengadilan, bukti telah membayar lunas denda dan uang pengganti sesuai dengan putusan pengadilan atau melaksanakan subsidaer pengganti denda dijalankan di rumah dalam pengawasan oleh Kejaksaan dan Balai Pemasyarakatan, laporan perkembangan pembinaan yang ditandatangani oleh Kepala Lapas, salinan register F dari Kepala Lapas, salinan daftar perubahan dari Kepala Lapas dan surat pernyataan dari Narapidana tidak akan melarikan 
diri dan tidak melakukan perbuatan melanggar hukum.

"Jadi napi non Peraturan Pemerintah (PP) 99 diberikan hak untuk mengikuti asimilasi, namun dengan syarat  telah menjalani minimal tiga bulam hukuman untuk anak sebelum tanggal 31 Desember 2020 dan telah untuk narapidana telah melaksanakan 1/2 dari masa pidana  hukumannya. Hal ini diambil langkah strategis di lingkungan jajaran Kemenkumham sebagai salah satu langkah pencegahan Covid 19 di lingkungan Lapas," jelasnya (1/4/2020).

Selain sebagai upaya pencegahan Covid 19 tersebut, pembebasan ini juga sebagai langkah strategis dalam upaya penanggulangan kapasitas Lapas yang overload. Saat ini, Lapas dihuni 2627 dan 471 tahanan.

Sementara, mengenai mekanisme dalam pengawasan asimilasi ini, berada di lingkungan Balai Pemasyarakatan (Bapas) dan dari Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat. Pihaknya berharap, agar 65 narapidana tersebut bisa mengikuti asimilasi sesuai aturan main.

"Semoga teman-teman yang ikut asimilasi bisa tetap di rumah dan tidak bepergian kemana-mana sebagai upaya mencegah wabah Covid 19 ini," pungkasnya.