Rektor UIN Malang Prof Dr Abdul Haris MAg bersama  para dekan. (Foto: istimewa)
Rektor UIN Malang Prof Dr Abdul Haris MAg bersama para dekan. (Foto: istimewa)

Kuliah online kini menjadi solusi untuk mendukung pembatasan sosial (social distancing) guna mencegah penyebaran covid-19 di lingkungan perguruan tinggi.

Kebijakan ini membuat tak sedikit mahasiswa mengeluhkan mahalnya kuota untuk melakukan kuliah online tersebut.

Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN  Maliki) Malang memberikan solusi akan kendala kuota dan menunjang proses perkuliahan secara daring. Kampus itu  melakukan kerja sama dengan provider telekomunikasi seperti  Telkomsel dan Indosat

"Kami sudah menyiapkan bagi para mahasiswa yang mungkin kuotanya kurang. Kami sudah bekerja sama dengan Telkomsel dan Indosat untuk mensupport agar perkuliahan online ini bisa berjalan dengan baik," ujar Rektor UIN Malang Prof Dr Abdul Haris MAg, Senin (30/3/2020).

Untuk diketahui, UIN telah menetapkan kuliah online dilakukan penuh hingga akhir semester genap tahun akademik 2019-2020.

Nah, apabila memang ada kendala dalam kuliah online ini, mahasiswa bisa menghubungi dekan masing-masing. "Sehingga mereka akan bisa mengupayakan kelancaran dari kuliah online ini," sambungnya.

Tidak hanya proses belajar mengajar. Semua kegiatan akademik dan/atau ujian juga dilakukan online. Mulai dari ujian tengah semester (UTS), ujian akhir semester (UAS), ujian proposal, komprehensif, skripsi, tesis, dan disertasi.

"Semua dilakukan dengan online. Bukan hanya kuliah, termasuk ujian proposal, skripsi, tesis, dan disertasi. Semuanya," tegas rektor yang hobi menulis puisi ini.  "Jadi, betul-betul kami lakukan penuh dan tidak boleh berhenti sama sekali perkuliahan ini, kegiatan akademik ini, agar meskipun kita dalam kondisi yang seperti ini, semuanya tetap berjalan," imbuhnya.

Dalam surat edaran rektor, kegiatan seremonial yudisium juga otomatis ditiadakan. Kegiatan wisuda periode II tahun 2020 yang seharusnya akan dilaksanakan pada 18 April 2020 ditunda sampai dengan adanya ketentuan lebih lanjut.

Walaupun wisuda ditunda, ijazah dan transkrip nilai tetap dapat diambil di masing-masing fakultas atau pascasarjana pada  20-30 April 2020.

"Semua ijazah sudah disiapkan. Para dekan sudah siap untuk tanda tangan ijazah dan kami di rektorat juga siap untuk menangani masalah ijazah ini. Jadi, tidak ada yang dikhawatirkan sama sekali," tandas Haris. Dengan begini, maka semua agenda sesuai dengan jadwal akademik yang telah ditentukan.

Menegaskan pernyataan rektor, Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Malang Dr H Agus Maimun menjelaskan bahwa seluruh pelaksanaan pembelajaran sudah dirancang dengan menggunakan online.

"Termasuk ujian-ujian. Mulai ujian proposal atau seminar proposal, ujian komprehensif, sampai ujian skripsi, itu dilakukan secara online atau menggunakan video call atau mungkin teleconference dan seterusnya," katanya.

Sehingga proses pembelajaran dan pelayanan administrasi tetap berjalan dengan baik, termasuk mengenai penandatanganan ijazah. "Sehingga meskipun tidak ada seremonial, ijazah tetap bisa diambil oleh mahasiswa," ucapnya.