Bupati Jember saat koordinasi dengan jajaran Forpimda ketika memberlakukan Physical distancing (foto : Moh. Ali Makrus / Jatim TIMES)
Bupati Jember saat koordinasi dengan jajaran Forpimda ketika memberlakukan Physical distancing (foto : Moh. Ali Makrus / Jatim TIMES)

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember akan segera memberlakukan screening dan karantina jika diperlukan bagi warga yang masuk ke wilayah tersebut.

Hal ini menyusul Kabupaten Jember yang sudah menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) Covid-19 dan termasuk kota/kabupaten zona merah wabah Corona.

Ada 5 pintu masuk ke Kota Jember, di antaranya tiga dari arah Lumajang, satu dari Banyuwangi dan satu lagi dari Bondowoso. 

“Untuk mengantisipasi perluasan masalah ini, kami bersama TNI dan Polri akan melakukan tapis (screening) secara ketat untuk masyarakat di pintu masuk Jember, ada 5 pintu masuk yang akan kami awasi secara ketat,” ujar Bupati Jember dr. Faida MMR.

Lebih lanjut, Faida menjelaskan, masyarakat yang berasal dari zona merah dan mau masuk ke Kabupaten Jember akan 'dikarantina' terlebih dahulu di tempat tertentu. Proses ini sebagai upaya untuk memastikan atau membuktikan kondisinya benar-benar bebas Corona.

“Proses karantina itu juga sebagai upaya memperjelas deteksi penyebaran virus. Proses karantina adalah kebaikan untuk kita semua. Lebih baik dipastikan sehat daripada belum ada kepastian statusnya dan berisiko kepada keluarga dekat dan lingkungan terdekatnya,” ujarnya.

Bupati berharap, dengan memberlakukan sistem seperti ini, Kabupaten Jember tidak sampai Lockdown dan menutup aktivitas. Oleh karenanya, pihaknya berharap ada kerja sama seluruh masyarakat Jember. 

Soal waktu pemberlakukan tapis atau screening, Pemkab Jember masih melakukan koordinasi.

“Secepat mungkin dan akan kita koordinasikan terlebih dahulu dengan Satgas Covid-19 di Jember,” pungkasnya. (*)