Kegiatan komunitas covid-19 Tulungagung, Icethe dan ILT, saat baksos bagikan APD. / Foto : Istimewa / Tulungagung TIMES
Kegiatan komunitas covid-19 Tulungagung, Icethe dan ILT, saat baksos bagikan APD. / Foto : Istimewa / Tulungagung TIMES

Komunitas Covid-19 Tulungagung bekerja sama dengan komunitas group media sosial Facebook, Info Cah Tulungagung (Icethe) dan Info Lantas Tulungagung (ILT) melakukan kegiatan bakti sosial. Kegiatan di tengah upaya pemerintah mencegah penyebaran virus corona atau covid-19 itu ditandai dengan pembagian ratusan masker dan hand sanitizer ke beberapa puskesmas, tukang becak, serta masyarakat umum.

"Berawal dari kisah saat mbak saya menunggu temannya di perempatan, kemudian mbak saya itu memakai masker dan tiba-tiba ada tukang becak yang mangkal, menanyakan apakah masih ada masker lain yang bisa dipakai," kata Ella Puspasari, koordinator kegiatan, Sabtu (28/03) siang.

Dalam tas yang dibawa kakaknya itu, menurut Ella, masih ada masker sehingga akhirnya diberikan kepada tukang becak yang memintanya.

"Dia sangat senang. Sampai kakak saya merasa haru dan akhirnya saat pulang berlikir bagaimana bisa berbuat lebih banyak di tengah keresahan masyarakat akan dampak Covid-19 ini," ungkap Ella. Apalagi, di apotek dan sejumlah toko ketersediaan masker dan hand sanitizer sudah sangat langka.

Akhirnya, Ella membuat grup WhatsApp dan menyampaikan keinginannya untuk menggelar bakti sosial. "Respons yang kami dapat bagus. Namun karena kami belum pernah punya pengalaman melaksanakan kegiatan baksos, akhirnya kami mengajak komunitas Icethe dan ILT. Alhamdulillah, respons yang kami dapatkan luar biasa," ungkapnya.

Hanya dalam waktu tak lebih dari seminggu, gagasan tersebut akhirnya dilaksanakan pada Sabtu dan Minggu (29/03) besuk.

Hari pertama atau Sabtu siang ini, kegiatan yang dilaksanakan berjalan dengan lancar dan mendapat apresiasi luar biasa dari masyarakat. Tak mau melanggar ketentuan social distancing dalam pelaksanaan bhasos bagi masker itu, diatur per kelompok relawan hanya terdiri dari dua atau tiga orang dengan kelengkapan alat pelindung diri seperti masker, hand sanitizer dan juga sarung tangan.

"Saya ucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan ini. Kami memang kekurangan alat pelindung diri (APD), terutama masker dan hand sanitizer. Untuk itu, bantuan ini akan kami manfaatkan sebaik-baiknya untuk membantu masyarakat ditengah dampak covid-19 ini," kata Kepala Puskesmas Gondang Sigit Jaka Purnama.

Bagi Sigit, seberapa pun banyaknya bantuan adalah wujud kepedulian dan partisipasi positif dari masyarakat ditengah kesulitan yang dialami tenaga medis untuk mendapatkan alat pelindung diri yang kian langka.

"Kami himbau pada masyarakat agar terus menjaga kesehatan dan mematuhi protokol kesehatan. Lakukan social distancing dan tetaplah beraktivitas dirumah untuk memutus mata rantai penularan virus corona ini," terangnya.

Selain menyasar beberapa puskesmas, relawan juga memasuki perkampungan dan ruang publik untuk membagi masker dan memberikan edukasi. Tampak penerima masker baik dari tenaga medis, tukang becak, driver ojol hingga masyarakat umum senang dengan pembagian yang diterima.

Sebelum masker diberikan, relawan dengan tekun dan telaten menyemprotkan hand sanitizer ke tangan penerima sambil memberi pesan agar tidak lupa cuci tangan dengan deterjen. Tak lupa, para relawan meminta agar masyarakat sementara waktu tetap tinggal di rumah sampai pemerintah menyatakan pandemi corona berakhir.