Baihaki, Direktur Eksekutif ARC Indonesia saat diwawancarai awak media
Baihaki, Direktur Eksekutif ARC Indonesia saat diwawancarai awak media

Perhelatan akbar Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati di kabupaten Trenggalek tinggal menghitung hari. Bahkan sejumlah tim survey sudah menghitung peruntungan bakal calon yang maju dalam Pilkada di Trenggalek tanggal 23 September nanti.

Seperti halnya Akurat Research & Consulting Indonesia (ARC Indonesia). Hari ini, ARC telah merilis hasil survei Pilkada Kabupaten Trenggalek tahun 2020. Survei dilakukan sejak tanggal 16-23 Maret 2020 dengan sasaran tokoh kuat yang diprediksi bakal maju dalam Pilkada Trenggalek.

Baihaki, Direktur  Eksekutif ARC Indonesia menjelaskan, bahwa berdasar survei yang dilakukan oleh timnya menunjukkan bahwa popularitas Bupati aktif yaitu Mochamad Nur Arifin saat ini masih terbilang cukup tinggi.

"Dari Survei kami Nur Arifin ini popularitasnya tinggi, masih diangka 83,2 %, kemudian disusul oleh H. Muhadi 69,8%, Puryono 61%, Panca Rahmadi 59%, KH. Fathullah Sholeh, 50,1 %,  Priyo Handoko  37,1 %, dan yang terakhir Eko Yuhono 29,3 %," terang Baihaki.

Hasil tersebut menurut Baihaki merupakan sesuatu yang wajar, pasalnya Arifin dengan jabatannya sebagai Bupati memiliki kesempatan banyak untuk berinteraksi dengan masyarakat dalam menjalankan tugasnya.

Walaupun demikian, lanjut Baihaki popularitas tinggi belum bisa jadi jaminan.  Terbukti dari sisi elektabilitas, Nur Arifin masih di angka 15, 7%.  Kemudian ada H. Muhadi yang sangat mepet selisihnya 15,1%. Kemudian berikutnya ada Puryono   9,6% . KH. Fathullah Sholeh  7,2% dr. Panca Rahmadi   5,3 % Priyo Handoko  3,2 % Eko yuhono  1,4 %  Undecided  Voters 42,5 %.

"Ini yang menarik elektabilitas petahana hanya selisih 0,6 % jika dibanding H. Muhadi. Artinya posisi patahana belum aman, apalagi Undecided Voters masih lumayan tinggi, mencapai 42,5%," papar Baihaki.

Dengan selang waktu yang cukup lama, memungkinkan semua dinamika politik bermain. Tinggal bagaimana upaya semua calon untuk menggaet masyarakat yang ada di sektor bawah.

"Sebab tingkat kehadiran calon di tengah-tengah masyarakat sangat berpengaruh terhadap masyarakat untuk menentukan pilihannya," ungkapnya.

Ada yang menarik dari hasil survei dilakukan ARC Indonesia di Trenggalek, ternyata kepuasan masyarakat terhadap Bupati Nur Arifin masih rendah. Sebanyak 63,2 % responden tidak puas terhadap kinerja Bupati. Hanya 19,8 % responden yang  menyatakan puas , dan sisanya sebanyak 17% menyatakan tidak tahu.

Menurut Baihaki, kondisi yang demikian bisa menjadi kesempatan bagi tokoh-tokoh lain di luar patahana untuk meraih simpati masyarakat.

"Semua calon masih sangat terbuka lebar untuk mendapatkan simpati dan dukungan masyarakat, tinggal tergantung upayanya melakukan pendekatan ke masyarakat," pungkasnya.