Pelaku dan BB pemerkosaan diamankan di Mapolres Blitar
Pelaku dan BB pemerkosaan diamankan di Mapolres Blitar

Seorang oknum ketua RW di Kecamatan Garum Kabupaten Blitar diamankan Satreskrim Polres Blitar.  Pria berinisial WJ (60) ini  diamankan usai memperkosa gadis 12 tahun yang juga tetangganya sendiri.

Meski bukti mengarah kuat kepadanya sebagai pelaku, namun dia tak mau mengakui perbuatannya saat dimintai keterangan. Kakek WJ justru meminta polisi untuk melakukan sumpah pocong untuk membuktikan bahwa dia tidak melakukan aksi kekerasan seksual terhadap korban.

"Bukan saya pak, saya mending disumpah pocong saja biar terbukti kalau bukan saya yang melakukan perbuatan itu," kata WJ saat pres rilis di Mapolres Blitar, Kamis (26/3/2020).

Kapolres Blitar AKBP Ahmad Fanani Eko Prasetya mengatakan, kejadian ini dilaporkan oleh orang tua korban. Kronologis kejadian, berawal saat korban pulang mengaji. Di tengah jalan korban dihentikan oleh pelaku.

"Selanjutnya korban dipaksa menuju gubuk. Saat berada di gubuk pelaku membuka paksa celana dalam secara paksa dan melakukan aksi pemerkosaan," terang AKBP Fanani.

Perbuatan ini terbongkar setelah orang tua korban curiga dengan gerak gerik anaknya. Korban yang tadinya periang berubah jadi pendiam dan murung. Bahkan beberapa kali orang tua korban mendapati anak gadisnya menangis tanpa sebab.

"Karena kondisi anaknya berubah, orang tua korban kemudian menanyakan apa yang terjadi kepadanya. Sambil menangis korban bercerita jika telah menjadi korban pemerkosaan oleh pelaku. Mengetahui hal ini orang tua korban kemudian melaporkannya ke unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Blitar," jelasnya.

Usai menerima laporan, pelaku berhasil diamankan di rumahnya. Bersama pelaku polisi mengamankan satu potong atasan kemeja lengan panjang warna putih.

​​​Satu potong rok panjang warna hitam, satu potong celana dalam warna putih dan satu potong pakaian dalam wanita.

Pelaku dijerat dengan Pasal 81 undang-undang nomor  35  tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.