Kursi publik di kawasan Jalan Besar Ijen yang dipasangi bambu melintang agar tak bisa digunakan untuk duduk sementara waktu. (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Kursi publik di kawasan Jalan Besar Ijen yang dipasangi bambu melintang agar tak bisa digunakan untuk duduk sementara waktu. (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

Sabtu hari ini (21/3/2020), ada pemandangan berbeda di kawasan ruang terbuka hijau atau taman-taman  di Kota Malang. Mulai pagi hingga sore hari,  Alun-Alun Tugu maupun Alun-Alun Merdeka yang biasanya ramai pengunjung, tampak sepi. Sedikit sekali masyarakat yang tengah bersantai di seputaran taman.

Selain itu, beberapa taman lain, yakni Taman Trunojoyo, taman diJalan  Ijen, dan Taman Kunang-Kunang, serta sepanjang Jalan Semeru juga sepi.  Bahkan, semua tempat duduk di taman-taman itu dipasangi tali rafi dan bambu yang melintang sebagai tanda tidak boleh diduduki.

Mengenai hal tersebut, Kepala Bidang Ruang Terbuka Hijau Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang Kuncahyani membenarkan adanya penutupan sejumlah ruang terbuka hijau dan taman.

"Semua tempat berkumpulnya publik kami tutup sementara sebagai upaya pencegahan penyebaran covid-19.  Semua taman dan hutan kota, terutama ruang hijau publik yang sering dikunjungi masyarakat, ditutup sementara," jelasnya  Sabtu (21/3/2020).

Penutupan mulai dilakukan pada Kamis (19/3/2020) dan akan dibuka kembali menunggu instruksi lebih lanjut dari pemerintah. "Taman kota sementara steril dari pengunjung untuk sementara waktu sampai pemberitahuan lebih lanjut," ucap Kuncahyani.

Untuk mengantisipasi masih datangnya pengunjung serta untuk melakukan Imbauan kepada pengunjung taman agar sementara waktu tidak berkunjung, DLH telah menerjunkan petugas taman. Mereka  memantau lokasi-lokasi taman yang sering menjadi lokasi favorit publik untuk berkumpul.

"Bukan poltam (polisi taman), Mas. Petugas taman yang ada di lapangan (yang memantau). Kalau di Alun-Alun Merdeka dibantu satpol PP," pungkasnya.

Sementara, salah satu mahasisiwi bernama Ita Marizka ,yang akan menikmati senggang di tamannJalan Ijen bersama temannya, membatalkan diri setelah tahu ada larangan tersebut. Meski kecewa, dia menyadari upaya pemerintah itu demi pencegahan virus corona.

" Ya, nggak apa-apa. Kami ikuti saran pemerintah. Kita perlu membantu upaya memerintah untuk mencegah penyebaran corona," ujar Ita.