Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo (foto: Joko Pramono/ JatimTIMES)
Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo (foto: Joko Pramono/ JatimTIMES)

Pemkab Tulungagung akan memperketat masuknya pasien suspect Covid-19 yang akan dirawat di RSUD dr. Iskak. Pasien dari luar kota akan ditampung di 2 puskesmas penyangga Covid-19, kecuali yang disertai dengan penyulit atau kondisinya memerlukan penanganan khusus.

“Jadi nanti dari luar daerah akan diarahkan ke Puskesmas penyangga, kita akan melihat kriterianya, mana yang masuk (bisa ditangani) oleh (Puskesmas) penyangga, mana yang masuk dalam penanganan RSUD dr. Iskak,” ujar Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo, Sabtu (21/3/20).

Puskesmas yang disiapkan adalah Puskesmas Ngantru dan Puskesmas Bangunjaya di Kecamatan Pakel.

Pemkab sendiri memastikan kedua Puskesmas ini sudah siap beroperasi. Bahkan tenaga medis di kedua Puskesmas penyangga sudah mendapatkan pelatihan tata cara perawatan pasien suspect Covid-19.

“Sejak kemarin sudah beroperasi,” ujar Maryoto.

Dengan puskesmas penyangga ini diharapkan RSUD dr. Iskak sebagai RS rujukan dari 6 daerah tidak akan mengalami over load pasien suspect Covid-19 lantaran ruang isolasi yang dimiliki terbatas.

Disinggung apakah akan ada puskesmas penyangga tambahan jika kondisi penyebaran Covid-19 kian tak terkendali, Maryoto akan melihat perkembangan dan petunjuk dari pusat.

“Kalau memang perlu ada penambahan sudah kita cadangkan Puskesmas di Kalidawir,” tuturnya.

Selain menyiapkan Puskesmas penyangga, Pemkab juga menyiapkan posko Covid-19 di Dinas Kesehatan Tulungagung.

Posko ini akan memantau perkembangan penyebaran Covid-19 di Tulungagung, sebagai acuan kebijakan yang akan diambil Pemkab dalam menangani Covid-19.

“Jadi harus aktif mengikuti perkembangan , dengan mengikuti perkembangan data-data yang akurat akan memudahkan pemantauan dari pemerintah kabupaten,” terangnya.

Terakhir saat disinggung rencana penutupan tempat wisata yang ramai saat akhir pekan, pihaknya akan melihat perkembanganya terlebih dahulu.