Nuryono menunjukkan alpukat khas Blitar di kebun nya di 'Wisata Edukasi Kebun Buah Alpukat Unggul' di Desa Karangsono.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)
Nuryono menunjukkan alpukat khas Blitar di kebun nya di 'Wisata Edukasi Kebun Buah Alpukat Unggul' di Desa Karangsono.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)

Sebagai daerah yang tanahnya subur, Kabupaten Blitar unggul dalam budidaya pertanian. Potensi pertanian di Kabupaten Blitar dari hari ke hari terus berkembang. 

Baru-baru ini petani di wilayah Desa Karangsono, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, mengembangkan wisata edukasi pembibitan dan budi daya buah alpukat. Inovasi ini dilakukan untuk memberdayakan potensi buah alpukat di Kabupaten Blitar.

Wisata Edukasi Buah Alpukat Unggul Kampung Organik Blitar, dirintis oleh Nuryono (52), warga setempat yang merupakan ASN Kemenag  Kabupaten Blitar. 

Tak hanya petik buah, di wisata edukasi ini traveler juga akan bisa belajar dan mendapatkan pengetahuan tentang budidaya tanaman buah alpukat langsung dari para petani.

Sejak beberapa tahun lalu, Nuryono melakukan beragam inovasi dengan mengembangkan 15 jenis alpukat unggulan. Kerja kerasnya mulai membuahkan hasil di tahun 2018 lalu.

Saat itu, dua varietas yang dia kembangkan yakni alligator dan markus tumbuh menjadi alpukat ukuran jumbo, biji kecil, dagingnya tebal dan rasanya lebih punel. Berat dari dua varietas ini bisa sampai 2 kilogram untuk alligator dan 2,5 kilogram untuk jenis markus.

Wisata edukasi alpukat yang dirintis Nuryono, baru 6 bulan berjalan dan kini ramai didatangi orang. Wisata ini berada di bawah naungan Kampung Organik ini telah berjalan 7 tahun.

Selain kerja keras, perkembangan yang baik ini tak lepas dari panen raya perdana alpukat bersama Bupati Blitar Rijanto beberapa waktu lalu.

“Saya sudah ada 5 kali usaha, mulai dari ikan gurame, belut, ikan gambus, domba, sengon, akhirnya ketemu ini (alpukat). Mengapa alpukat?Karena daya jualnya paling tinggi dan pasarnya tersedia. Mulai dari pasar tradisional hingga supermarket,” terang Nuryono kepada BLITARTIMES, Jumat (20/3/2020).

Di kebun yang luas ini, pengunjung bisa memilih dan melihat langsung budidaya alpukat dengan model tanam semi organik. Setelah booming, kini varietas alpukat jenis alligator, markus dan miki ini banyak dikembangkan para petani di Blitar khususnya di wilayah Blitar selatan. 

Produk alpukat yang dikembangkan Nuryono juga direspon baik oleh petani dari luar daerah seperti Kediri dan Tulungagung. Petani luar daerah banyak yang ambil bibit di Wisata Edukasi Kebun Buah Alpukat Unggul.

“Yang di Kediri kebunnya bahkan sampai berhektare-hektare. Bahkan yang dari Tulungagung dan Blitar selatan sudah banyak yang panen umur 2 tahun, buahnya lebat dan besar-besar. Setelah kunjungan Pak Bupati kemarin kunjungan wisatawan ke sini sangat luar biasa, banyak orang yang menghubungi kami, kini kami siapkan pembibitan besar-besaran,” terang dia.

Varietas lain juga terus dikembangkan Nuryono bersama timnya. Pengembangan varietas dilakukan menyesuaikan lahan dan daerah tertentu agar alpukat bisa berbuah lebat.

“Kebun di Karangsono ini kami jadikan lab, masyarakat tinggal memilih dan menganalisa. Saya juga menanam di dataran Gunung Kelud dan Gunung Kawi untuk alpukat jenis lain. Kalau ada orang datang ke sini saya tanya daerahnya seperti apa, lahannya seperti apa, kami akan merekomendasikan jenis alpukat yang cocok dan disitu bisa berbuah lebat," terangnya. 

"Kami kembangkan alpukat yang cepat berbuah dan buahnya besar-besar. Model tanam kami cepat diaplikasikan karena 80% cuma pupuk kandang, kimianya tinggal 20% saja,” paparnya.

Sistem pertanian yang tersistem baik ini akan dilengkapi dengan sistem pemasaran yang baik. Dalam hal ini Nuryono menggandeng tim ahli marketing untuk pemasaran buah alpukat khas Blitar dari Karangsono yang dinamakan ‘Balitor’.

Fasilitasi juga diberikan Bupati Blitar Rijanto dengan memerintahkan Dinas Pertanian dan Pangan untuk segera memberikan sertifikat bibit alpukat khas Blitar.

“Salah satu syarat mendapatkan sertifikat ialah pohonnya sudah berbuah, dan kami sudah ada syarat ini. Alpukat Balitor khas Blitar nanti pusatnya akan d isini, buahnya besar-besar,” tukasnya.

Iklim tropis yang dimiliki Indonesia membuat negara ini sangat prospektif untuk pertanian. Nuryono optimis, bertani alpukat akan mendatangkan untung besar jika ditekuni dengan baik.

“Ada dua keuntungan dengan bertani alpukat, pertama kita bisa sukses dan kedua kita mensuplai oksigen bumi. Dengan kebun seluas ini kita bisa membantu bumi untuk produksi oksigen. Bayangkan kalau seluruh orang desa punya 7 batang pohon alpukat per rumah,” pungkasnya.(*)