(Foto:Istimewa/sumber: @rssoedono)
(Foto:Istimewa/sumber: @rssoedono)

Selain di Surabaya dan Malang, pasien positif Covid -19 atau terjangkit virus Corona juga ditemukan di Magetan. Saat ini, pasien tersebut tengah dirawat secara intensif di RSUD dr Soedono Madiun.

"Satu pasien positif Covid-19 merupakan pasien rujukan dari Kabupaten Magetan yang memiliki riwayat kontak erat dengan pasien positif Covid-19 lain setelah mengikuti seminar di Bogor," ujar Direktur RSUD dr Soedono Madiun, dr Bangun Trapsila Purwaka. 

Bangun menguraikan, selain 1 pasien positif COVID-19, pihaknya juga tengah merawat 5 Pasien Dalam Pengawasan (PDP), dan 7 (tujuh) Orang Dalam Pemantauan (ODP).

"Namun kondisi pasien semakin hari berangsur membaik meskipun hasil Lab menunjukan positif Covid-19. Menurut pantauan tim medis, suhu tubuh pasien selalu di bawah 38 derajat Celcius serta sudah tidak batuk," terangnya.

Meskipun kondisinya membaik, tetapi rumah sakit tetap melakukan perawatan khusus. "Tetap akan diisolasi sampai hasil swab (pemeriksaan lending saluran napas) menyatakan negatif," tegasnya.

Dia menambahkan, pasien tersebut menempati ruang isolasi RSUD dr. Soedono Madiun dan terus diawasi perkembangannya oleh tim medis dan perawat. 

Selanjutnya, 5 orang PDP yang dirawat telah dilakukan swab ulang. Tiga di antaranya belum terkonfirmasi positif atau negatif dan sedang menunggu hasil swab. Sementara satu orang PDP meninggal akibat penyebab lain. 

"Diharapkan hasil swab keempat pasien bisa segera didapatkan dalam waktu 1 minggu ke depan," tuturnya. 

Selain itu, terdapat 7 Orang Dalam Pengawasan (ODP) dengan rincian 5 ODP sudah diperbolehkan pulang dengan pengawasan puskesmas terdekat, 1 ODP masih dirawat dan 1 ODP meninggal karena penyebab lain. 

"Semua pasien PDP yang dirawat di RSUD dr. Soedono saat ini merupakan pasien kiriman dari luar wilayah Kota dan Kabupaten Madiun," urainya. 

Meski demikian, Bangun menyampaikan agar masyarakat tidak panik dan tetap waspada dengan menjaga kebersihan, kesehatan, dan melakukan social distancing. 

"Jadi masyarakat tidak perlu khawatir, karena satu yang positif ini sudah ada di dalam rumah sakit dan diisolasi," ujarnya dalam press release, Jumat (20/3/2020).