Kantor KUA Sukun yang Nampak Sepi dari kegiatan akad nikah (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Kantor KUA Sukun yang Nampak Sepi dari kegiatan akad nikah (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

Antisipasi Covid 19 juga dilakukan Kementrian Agama (Kemenag) Malang, khususnya untuk antisipasi bahaya virus ini di lingkungan Kantor Urusan Agama (KUA). 

Upaya antisipasi tersebut dibenarkan Burhan, Humas Kemenag Malang.

Menurutnya, hal itu sesuai surat edaran tentang imbauan dan  pelaksanaan protokol penanganan Covid 19 pada area publik di lingkungan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam yang ditetapkan yangal 19 Maret 2020 oleh Dirjen Kamarudin Amin.

"Ia benar itu, sudah kami sosialisasikan mas, di jajaran KUA Kota Malang, dan semua sudah mulai diterapkan," ungkapnya saat dihubungi (20/3/2020)

Lanjutnya, dalam imbauan tersebut perihal pelayanan pernikahan, dijelaskan Burhan memang terdapat beberapa pembatasan. 

Seperti halnya orang yang mengikuti proses akad nikah di KUA. Jika biasanya mereka yang mengikuti prosesi akad nikah di KUA bisa sampai 10 orang lebih, kali ini dibatasi hanya maksimal 10 orang yang dapat mengikuti proses akad nikah.

"Ya itu ada pembatasan. Kadang kan bisa sampai 20 orang yang ikut, makanya sesuai instruksi untuk antisipasi ada pembatasan," jelasnya.

Kemudian, bagi para calon pengantin maupun mereka yang ikut dalam prosesi akad nikah, wajib membasuh tangan dengan sabun dan handsanitizer serta menggunakan masker.

Bukan hanya itu saja, bagi petugas dan mereka wali nikah maupun calon pengantin laki-laki, harus menggunakan sarung tangan dan masker saat ijab kabul.

"Semua sesuai instruksi. Itu untuk yang menikah di KUA," bebernya.

Sementara itu, untuk mereka yang menikah di luar KUA, diwajibkan melangsungkan prosesi akad nikah di lokasi yang terbuka atau lokasi ruangan yang memiliki ventilasi luas.

Selain itu, sama halnya dengan menikah di KUA, mereka yang ikut dalam prosesi akad nikah juga dibatasi maksimal 10 orang. Termasuk harus memakai masker, handsanitizer maupun sarung tangan.

Sementara itu, untuk imbauan lainnya yakni sementara waktu meniadakan semua jenis pelayanan selain pelayanan administrasi dan pencatatan nikah di KUA, yang berpotensi menjalin kontak jarak dekat seperti bimbingan perkawinan bagi calon pengantin, konsultasi perkawinan, bimbingan klasikal dan sebagainya.

Selanjutnya, selalu melakukan koordinasi dengan petugas kesehatan dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19, termasuk memberi rujukan yang diperlukan bilamana terdapat tanda-tanda dan gejala sakit baik pada petugas maupun masyarakat saat pelayanan berlangsung.

Berkaitan hal tersebut, pantauan didua Kantor KUA yakni KUA Kedungkandang dan KUA Sukun, suasana nampak sepi dari prosesi akad nikah. 

Hanya nampak beberapa orang yang mengurus perihal pindah nikah. 

Di sana juga nampak tersedia handsanitizer dan juga beberapa petugas yang mengenakan masker. 

Saat akan ditemui, Kepala KUA Kedungkandang maupun Kepala KUA Sukun tak ada ditempat.