Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso saat menerima hand sanitizer dari Balijestro di ruangnya lantai 4 Balai Kota Among Tani, Kamis (19/3/2020). (Foto: Humas Pemkot Batu)
Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso saat menerima hand sanitizer dari Balijestro di ruangnya lantai 4 Balai Kota Among Tani, Kamis (19/3/2020). (Foto: Humas Pemkot Batu)

250 botol hand sanitizer diserahkan Balai Penelitian dan Tanaman Jeruk Subtropika (Balitjestro) Kementrian Pertanian kepada Pemkot Batu. Hand sanitizier itu diberikan sebagai upaya pencegahan virus corona atau covid-19.

Botol hand sanitizer itu langsung diberikan kepada Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso di ruangnya lantai 4 Balai Kota Among Tani, Kamis (19/3/2020). “Hand sanitizer ini langsung dibuat sendiri oleh Balijestro,” ungkap Punjul.

250 botol yang diberikan dengan berat yang beragam, mulai dari kemasan 30 mililiter, 60 mililiter dan 100 mililiter. Hand sanitizer yang dibuat oleh Balijestro itu tidak diperjual belikan, karena itu menjadi contoh yang bagus Punjul meminta kepada instansi lainnya untuk meniru.

“Seperti instansi-instansi di sana bisa meniru Balijestro. Lalu seperti Bank yang punya Corporate Social Responsibility (CSR) membuat dan memberikan kepada masyarakat,” imbuhnya.

Hal itu bisa dilakukan di berbagai instansi agar membuat masyarakat khususnya di Kota Batu lebih tenang dengan kondisi saat ini. “Pemkot Batu sudah berupaya saat ini, dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) memberikan imbauan dan sebagainya,” jelas bapak tiga anak ini.

Dengan diterima hand sanitizer ini nantinya kan diserahkan kepada masyarakat. Hanya saja ini masih belum ditentukan diberi kepada siapa. “Masih koordinasi dengan bu wali akan diberikan kepada siapa, diharapkan bisa dimanfaatkan dengan baik dan membawa manfaat bagi masyarakat,”  harapnya.

Sedang Balitjestro membagikan resep cara membuat hand sanitizer dari rumah. Komposisi hand sanitizer tersebut  ada 5 bahan, yakni alkohol 96 persen, H2o2, Resirol, Aquades dan Aksiri dari jeruk.