Wakil Ketua DPC PKB Jember H Ubaidillah atau H Ahmad Buang saat memberikan konferensi pers. (foto : Moh. Ali Makrus / Jatim TIMES)
Wakil Ketua DPC PKB Jember H Ubaidillah atau H Ahmad Buang saat memberikan konferensi pers. (foto : Moh. Ali Makrus / Jatim TIMES)

Peta politik di Kabupaten Jember masih dinamis dan belum ketemu muaranya. Jika sebelumnya beredar surat rekomendari dua partai besar, yakni PKB dan Gerindra, untuk bakal calon bupati (bacabup) Joko Susanto, kini rekomendasi itu buyar setelah ada pernyataan resmi dari DPC PKB Jember yang menilai Joko Susanto wanprestasi.

“Kami menilai bahwa Pak Joko sudah wanprestasi dengan menerima rekom dari dua partai dengan dua wakil yang berbeda. Oleh karenanya, kami mencabut dukungan kepada Pak Joko dan secara resmi surat pencabutan dukungan sudah selesai. Saat ini utusan dari DPC PKB Jember sudah berangkat ke Jakarta. Insya Allah dalam 2-3 hari sudah ada di Jember. Nanti teman-teman kami kabari kalau surat resminya sudah ada,” ujar HM Ubaidillah atau H Buang, wakil ketua DPC PKB Jember.

Buang menilai, selama ini partai yang merekom Joko pertama adalah PKB. Bacabup Joko Susanto rencananya berpasangan dengan Ayub Junaidi. Bahkan ‘perjodohan’ antara Joko Susanto dengan Ayub Junaidi tertuang dalam kontrak jamiyah yang ditandatangani Joko Susanto lengkap dengan materainya tertanggal 3 Desember 2019.

“Ini sudah jelas bahwa pak Joko sudah kontrak jamiyah dengan PKB kalau akan menggandeng H Ayub Junaidi selaku kader PKB. Dan manuver yang sudah dilakukan Pak Joko sudah mengkhianati PKB dan NU,” tandas Buang.

Ketika ditanya apakah pencabutan dukungan terhadap Joko Susanto sudah disampaikan kepada yang bersangkutan, Buang mengatakan bahwa pihak DPC sudah memanggil yang bersangkutan dan keputusan rapat juga sudah final.  “Jadi, pintu kami sudah tertutup untuk Joko,” ujarnya.

Sementara, Darsan A, selaku humas tim Joko Susanto saat dikonfirmasi media ini mengatakan bahwa pihaknya masih mempunyai pemikiran positif terhadap semua perjalanan politik untuk menuju Pilkada Kabupaten Jember 2020.

“Kami sudah mengikuti mekanisme kepengurusan rekomendasi parpol sebagai syarat untuk mengikuti pilkada dan semua sudah kami ikuti  tahapan-tahapan yang diberlakukan oleh parpol. Dan kami tidak mengenal istilah pencabutan. Oleh karena itu, kami berharap semua pihak untuk menjalankan amanah rekomendasi agar impian Jember kembali bermartabat dan membanggakan bisa terwujud,” pungkas Darsan.

Sebelumnya diberitakan, Joko Susanto mendapatkan rekomendasi dari PKB dan berpasangan dengan Ayub Junaidi selaku ketua GP Ansor Jember. Sedangkan di sisi lain, Joko Susanto juga mendapatkan rekomendasi dari Partai Gerindra. Namun posisi calon wakilnya adalah Ahmad Halim yang juga kader Gerindra.

PKB sendiri saat ini memiliki 8 Kursi di DPRD Jember. Sedangkan Gerindra memiliki 7 Kursi. Untuk bisa mencalonkan bupati, syaratnya adalah 20 persen dari kursi DPRD Jember yang berjumlah 50 kursi atau 10 kursi di DPRD Jember.