Ketua Komisi C DPRD Lumajang ketika kunjungan ke sumber air Ranu Bedali (Foto : Moch. R. Abdul Fatah / Jatim TIMES)
Ketua Komisi C DPRD Lumajang ketika kunjungan ke sumber air Ranu Bedali (Foto : Moch. R. Abdul Fatah / Jatim TIMES)

Setelah menerima surat pengaduan dari masyarakat Kecamatan Ranuyoso Lumajang, terkait minimnya suplay air PDAM ke jaringan pelanggan, Komisi C DPRD Lumajang langsung mengadakan kunjungan ke penampung air di Ranu Bedali yang dikelola PDAM Lumajang.

Dalam kunjungan yang berlangsung Rabu (18/3) kemarin, ditemukan fakta menurunnya debit air pada sumber air Ranu Bedali, yang selama ini digunakan untuk mensuplay air ke jaringan pelanggan PDAM di kecamatan Ranuyoso dan Klakah.

"Menurut informasi yang kami terima dari petugas, dulu debit airnya  125 liter perdetik, sekarang ini tinggal 70 liter perdetik. Ini yang menyebabkan suplay air kepada pelanggan PDAM terus menurun," kata Trisno, Ketua Komisi C DPRD Lumajang.

Trisno mengaku heran, karena pada  musim hujan seperti sekarang ini debit air tak juga naik. Justru pada awal musim kemaru, debit air di sumber air Ranu Bedali naik.

"Kami memperkirakan, penurunan debit air ini karena banyaknya penebangan kayu di sekitar Ranu Bedali. Jika benar, maka harus ada usaha penghijauan di sekitar Ranu Bedali," kata Trisno, politisi PPP Lumajang.

Sementara terkait dengan laporan warga, menurut Trisno, sudah selama tiga bulan ini sebagian jaringan PDAM di Ranuyoso dan Klakah tidak mengalirkan air ke pelanggan, karena minimnya debit air yang dikelola PDAM.

"Kala menurut laporan warga sudah tiga bulan, tapi juga ada yang lebih dari tiga bulan. Maka dalam jangka panjang, harus ada penghijuan, namun dalam jangka pendek harus ada usaha teknis agar suplay air bisa tercukupi. Kalau perlu dana CSR yang selama ini dalam pengawasan Forum CSR Lumajang dimanfaatkan untuk usaha pemenuhan air bagi warga di wilayah yang kekurangan air," kata Trisno kemudian.

Sementara salah seorang warga Kecamatan Klakah kepada media ini mengatakan, masalah ketersediaan air ini harus segera mendapat prioritas dari pemerintah Kabupaten Lumajang, agar warga di wilayah utara Lumajang, bisa segera mendapatkan suplay air dalam jumlah yang memadai.