Suasana Hitung Ulang Berkas Dukungan Calon Perseorangan di KPU Banyuwangi Nurhadi Banyuwangi Jatim TIMES
Suasana Hitung Ulang Berkas Dukungan Calon Perseorangan di KPU Banyuwangi Nurhadi Banyuwangi Jatim TIMES

Bunda Ratu-Sunariyanto, Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) Bupati-Wakil Bupati Banyuwangi periode 2020-2025 siap menuntaskan sengketa pilkada melalui Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PT TUN) Surabaya.

Seperti dalam surat pernyataan yang dibuat dan sudah diberikan kepada Bawaslu dan KPU Banyuwangi,  Bunda Ratu Satiyem, antara lain menegaskan bahwa kesalahan ada di pihak KPU Banyuwangi secara hukum sebagai pihak yang bertanggungjawab.

"Kalau saja selama pertikaian antara kami dengan KPU Banyuwangi berkas ada di pihak netral tentu saja kami siap menghitung ulang, sebab tanggal 26/2 kami mendatangi KPU Banyuwangi untuk meminta hitung ulang tetapi KPU Banyuwangi menghindar dengan menutup kantor sehari penuh,"jelasnya.

Lebih lanjut Bunda Ratu menambahkan bagi dia putusan Bawaslu Banyuwangi untuk angka 3 - 5 adalah unreasonable sebab sejak proses awal KPU Banyuwangi diduga membuat regulasi yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang ada.

Sementara Ari Mustofa, salah seorang Komisioner KPU Banyuwangi mengungkapkan kegiatan penghitungan ulang yang dilakukan adalah menindaklanjuti putusan Bawaslu Banyuwangi tentang permohonan sengketa dari paslon perseorangan atas nama Bunda Ratu-Sunariyanto yang menggugat KPU dalam rangka penyerahan berkas dukungan. 

Menurut dia pokok permohonannya saat  itu  awalnya adalah membatalkan Berita Acara KPU.

Kemudian dari Bawaslu memutuskan Berita Acara tersebut memang dibatalkan kemudian ada  putusan selanjutnya yang menyatakan kami harus menghitung ulang proses dukungan itu.

"Makanya hari ini kami lakukan itu tapi dari pihak pemohon  menyatakan menolak penghitungan ulang karena mungkin mereka beranggapan berkasnya sudah ada di sini dan curiga," jelas Ari.

Sedangkan Ketua Bawaslu Banyuwangi, Hamim, mengungkapkan kemaren sudah menyampaikan bahwa untuk penghitungan ulang sudah seusai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ada.

Menurut dia Bapaslon Bunda Ratu-Sunariyanto sudah membuat pernyataan menolak penghitungan ulang.

"Namun proses penghitungan ulang tetap dilaksanakan karena berdasarkan putusan Bawaslu Banyuwangi. Dan menurut surat pernyataannya mereka akan melakukan gugatan terhadap putusan Bawaslu ke PT TUN dan sudah menyampaikan pada kami,"jelas Alumni Ibrahimy Genteng.

Sesuai dengan aturan dan ketentuan yang ada Bapaslon Bunda Ratu-Sunariyanto memiliki waktu 3 (tiga) hari untuk melaksanakan putusan di bawaslu kalau tidak menerima berarti batas akhirnya besok untuk ke PT TUN Surabaya, imbuh Pria asal Purwoharjo itu.