petugas saat memeriksa barang bawaan peserta harlah di perempatan Tanggung, Kecamatan Boyolangu (Joko Pramono for Jatim Times)
petugas saat memeriksa barang bawaan peserta harlah di perempatan Tanggung, Kecamatan Boyolangu (Joko Pramono for Jatim Times)

Polres Tulungagung melakukan tindakan antisipatif dan cipta kondisi dalam giat harlah perguruan silat Pagar Nusa (PN) di Tulungagung, Minggu (15/3/20).

Tindakan ini dilakukan dengan melakukan penyekatan konvoi partisipan kegiatan itu di beberapa wilayah, seperti di Perempatan Desa Tanggung, Kecamatan Boyolangu.

Lokasi ini dipilih lantaran banyak peserta harlah berasal dari wilayah selatan Tulungagung, seperti dari Kecamatan Bandung, Pakel, Besuki dan Campurdarat. 

Jalur ini merupakan jalur utama menuju lokasi harlah di Lapangan Rejoagung.

Petugas Polres Tulungagung dengan dibantu oleh pasukan Brimob Kediri melakukan pemeriksaan terhadap iring-iringan kendaraan anggota PN.

Kendaraan itu diperiksa kelengkapan surat dan spesifikasi tekhiknya.

“Sesuai kesepakatan kemarin, kita himbau untuk tidak menggunakan knapot brong, harus tertib menggunakan helm,” ujar Kasat Lantas Polres Tulungagung, AKP Aristanto Budi di lokasi pemeriksaan, Minggu (15/3/20) pagi.

Jika ditemukan ada kendaraan roda 2 yang menggunakan kanalpot brong, tidak dilengkapi spion dan tidak menggunakan helm, maka kendaraan akan ditindak mulai dari tilang sampai di sita kendaraanya.

Selain itu juga dilakukan pemeriksaan barang bawaan peserta iring-iringan tersebut, meski tidak ditemukan barang berbahaya seperi senjata tajam atau bahan peledak.

Untuk menghindari konflik saat di perjalanan menuju lokasi harlah di Lapangan Rejoagung, peserta iring-iringan dilarang memakai atribut perguruan hingga sampai di lokasi harlah. Atribut boleh dipakai jika sudah sampai lokasi.

“Untuk atribut (persilatan) sudah dihimbau untuk tidak digunakan selama di perjalanan, jika ada yang memakai maka kita suruh melepasnya atau ditutup dengan jaket,” terang Kasat lantas.

Dari kegiatan ini pihaknya melakukan 65 penilangan, 9 kendaraan disita lantaran 6 diantaranya menggunakan knalpot brong dan sisanya tidak dilengkapi STNK.

Sementara itu pihak perguruan PN sendiri mendukung kegiatan ini. Pasalnya dengan kegiatan ini bisa meminimalisir timbulnya hal-hal yang tidak di inginkan.

“Sesuai dengan koordinasi dengan Polres Tulungagung, kita mempersilahkan jika ada yang melanggar ketertiban lalu lintas untuk ditindak (ditilang),” ujar Humas Perguruan Silat Pagar Nusa Tulungagung, Adi Bahtiar.

Dirinya juga meminta maaf pada pengguna jalan lainya jika lewatnya konvoi penggembira kegiatan harlah perguruan PN yang ke 36 mengganggu dan membuat tidak nyaman pengguna jalan lainya.

Pihaknya akan terus mengajarkan pada anggota perguruan PN lainya agar bisa bersikap santun dan baik terhadap orang lain.