Suasana sidang gugatan pilkada di Bawaslu Banyuwangi (Nurhadi/Banyuwangi TIMES)
Suasana sidang gugatan pilkada di Bawaslu Banyuwangi (Nurhadi/Banyuwangi TIMES)

Harapan pasangan calon (paslon) Bunda Ratu-Sunariyanto untuk maju melalui jalur perseorangan di Pilkada Banyuwangi 2020 terbuka. Itu setelah Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Banyuwangi mengabulkan sebagian gugatan pemohon dan meminta KPU Banyuwangi membatalkan berita acara KPU atas paslon itu.

Ketua Bawaslu Kabupaten Banyuwangi Hamim mengatakan, dengan pembatalan berita acara KPU, tidak secara otomatis paslon Bunda Ratu-Sunariyanto bisa mengikuti tahapan berikutnya.

"Permintaan Bawaslu adalah agar KPU Banyuwangi melakukan penghitungan ulang syarat dukungan minimal paslon Bunda Ratu-Sunariyanto sesuai dengan seperti yang diatur dalam Peraturan KPU RI," jelasnya.

Menurut Hamim, apabila  KPU Banyuwangi tidak menerima keputusan, proses selanjutnya disidangkan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PT TUN) Surabaya.

Lebih lanjut dia menambahkan, Bawaslu memberikan waktu tiga hari bagi KPU (termohon) dan paslon Bunda Ratu-Sunariyanto (pemohon) untuk melakukan penghitungan ulang.

Sementara, Bunda Ratu Satiyem (Bunda Ratu) mengungkapkan, pihaknya merasa bersyukur atas hasil keputusan Bawaslu Banyuwangi yang mengabulkan gugatan sidang musyawarah gugatan di kantor Bawaslu Jumat (13/3). 

"Kegigihan dan kerja keras anak-anak kami dalam mengumpulkan KTP terjawab oleh kehebatan Bawaslu Banyuwangi. Kualitas Bawaslu Banyuwangi harus mendapatkan apresiasi dari seluruh Indonesia," ucap dia.

Selanjutnya Bunda Ratu menuturkan, dikabulkannya gugatan yang disampaikan melalui Bawaslu Banyuwangi lebih menambah semangat dan motivasi bersama para pendukung dan relawan untuk membuat sejarah dalam perpolitikan di Banyuwangi dengan menjadi pemenang kontestasi pilkada masa bakti 2020-2025 mendatang.