Bupati Kediri Hj Haryanti Sutrisno memberikan sambutan dalam acara musrenbang.. (ist)
Bupati Kediri Hj Haryanti Sutrisno memberikan sambutan dalam acara musrenbang.. (ist)

Bupati Kediri dr Hj Haryanti Sutrisno membuka acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Musrenbang RKPD) tahun 2021. Acara yang dihadiri oleh jajaran Forkopimda Kabupaten Kediri serta kepala OPD se-Kabupaten Kediri ini bertempat di Gedung Convention Hall Simpang Lima Gumul.

Musrenbang RKPD merupakan rangkaian proses perencanaan sebagaimana amanat UU Nomor 25 tahun 2004 tentang sistem Perencanaan Pembangunan Nasional dan UU Nomor 23 Tahun 2014 yang telah beberapa kali diubah terakhir dengan UU Nomor 9 tahun 2015 tentang Pemerintahan Daerah serta beberapa peraturan teknis lainnya.

Musrembang RKPD telah melalui proses dari musrenbang desa, kecamatan, kabupaten, provinsi hingga pusat. Musrenbang tahun ini mengusung tema "Meningkatkan Daya Saing Perekonomian Daerah Didukung oleh Pembangunan Infrastruktur dan Sumber Daya Manusia".

Dalam sambutannya, Bupati Haryanti Sutrisno menyampaikan bahwa prioritas pembangunan Kabupaten Kediri tahun 2021 yaitu pemerataan aksebilitas dan kualitas insfrastruktur pendukung perekonomian yang berdaya saing dengan memperhatikan lingkungan hidup dan kerentanan bencana.

"Kemudian pembangunan ekonomi melalui penguatan sarana prasarana pendukung agribisnis, industri, perdagangan, pariwisata dan investasi. Selanjutnya peningkatan kualitas pelayanan dasar dengan didukung oleh penguatan penyelenggaraan pemerintahan yang profesional, "kata dia.

"Selain itu yang menjadi prioritas adalah stabilitas politik, ketenteraman dan ketertiban dengan memperkuat moderasi beragama dan pelestarian nilai-nilai budaya lokal,” tambah bupati. 

Menurut bupati, keberhasilan pembangunan Kabupaten Kediri memerlukan dukungan dari semua pihak. "Saya mengimbau kepada semua pihak untuk bersama-sama mensukseskan pelaksanaan pembangunan daerah,” ucapnya. 

Sementara itu, Kepala Bappeda Kabupaten Kediri Sukadi menyampaikan, indeks pembangunan manusia di Kabupaten Kediri selama 3 tahun terakhir mengalami peningkatan. Dari semula 70,47%  tahun 2017 meningkat menjadi 71,07% pada tahun 2018. Kemudian pada tahun 2019 menjadi 71,85%.

"Angka harapan lama sekolah dan rata-rata lama sekolah di Kabupaten Kediri selama 3 tahun terakhir menunjukkan tren positif. Untuk harapan lama sekolah tahun 2017 sebesar 12,86. Kemudian pada tahun 2018 sebesar 12,87 dan pada tahun 2019 menjadi 12,88 tahun. Sementara itu untuk rata-rata lama sekolah di Kabupaten Kediri tahun 2017 sebesar 7,65, pada tahun 2018 sebesar 7,68 dan pada tahun 2019 menjadi 8,01 tahun,” terangnya.

Segi pertumbuhan ekonomi mengalami kondisi yang fluktuatif. Secara garis besar, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kediri masih di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,03.

Dia menambahkan, berdasarkan data dari BPS (Badan Pusat Statistik) Provinsi Jawa Timur, jumlah penduduk miskin di Kabupaten Kediri mengalami penurunan dari 191 ribu jiwa pada tahun 2017 menjadi sebesar 177 ribu jiwa  tahun 2018 dan tahun 2019 menjadi 163 ribu jiwa atau 10,42%. Ada perubahan sebesar 0,89% dibanding tahun 2018.

Begitu juga dari tingkat pengangguran juga menunjukkan tren positif. Program kegiatan job fair mampu menurunkan angka pengangguran mencapai 3,68% pada tahun 2019 bila dibandingkan tahun 2018 yaitu 4,25%.

“Keberhasilan pembangunan Kabupaten Kediri di tahun 2019 antara lain terbangunnya jalan Kabupaten Kediri sepanjang ± 50 km yang tersebar di seluruh kecamatan, serta meningkatnya kualitas jalan Kabupaten Kediri sepanjang ± 102 km yang tersebar di seluruh kecamatan. Serta peningkatan akses sanitasi dan air minum program pamsimas sejumlah 58 desa sasaran dari total 343 desa di Kabupaten Kediri,” urai kepala Bappeda.

Selain itu, peningkatan kapasitas kelembagaan, pemeliharaan insfrastruktur irigasi dan peningkatan produktivitas pertanian melalui program IPDMI. Juga pembangunan RSUD Simpang Lima Gumul, rehab puskesmas dan pustu. Pada tahun 2019, pemkab telah merehab sebanyak 11 puskesmas dan pustu.

Ada pula pembangunan RPH (rumah pemotongan hewan) dalam rangka meningkatkan ketersediaan dan akses pangan masyarakat, revitalisasi Pasar Tiron dan Bendo, pemanfaatan galeri Sentra Industri Kreatif (SIK) Papar sebagai pusat oleh-oleh dan edukasi, yang terakhir pembangunan RTH (ruang terbuka hijau) yaitu RTH Papar dan Totok Kerot.