Kepala Unit Pengawasan Sistem Pembayaran, Pengelolaan Uang Rupiah dan Keuangan Inklusif KPwBI Malang, Fida Affa Arif saat menjelaskan QRIS kepada warga Desa Wonokitri (Hendra Saputra)
Kepala Unit Pengawasan Sistem Pembayaran, Pengelolaan Uang Rupiah dan Keuangan Inklusif KPwBI Malang, Fida Affa Arif saat menjelaskan QRIS kepada warga Desa Wonokitri (Hendra Saputra)

Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Malang terus menggelorakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di wilayah kerjanya. 

Desa Wonokitri Kecamatan Tosari Kabupaten Pasuruan menjadi tujuan untuk sosialisasi, Kamis (13/3/2020) 

Desa Wonokitri Kecamatan Tosari Kabupaten Pasuruan adalah wilayah yang penduduknya mencari pendapatan dengan mengandalkan pertanian yang berada di area Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). 

Selain itu, banyak juga masyarakat yang mencari keuntungan dari berjualan ketika banyak wisatawan.

Karena itu, BI melihat ada suatu potensi yang dimiliki warga Desa Wonokitri untuk menggunakan QRIS agar transaksi yang dilakukan bisa aman dan terdata dengan jelas.

Selain itu, juga meminimalisir peredaran uang palsu saat melakukan transaksi secara konvensional.

Kepala Unit Pengawasan Sistem Pembayaran, Pengelolaan Uang Rupiah dan Keuangan Inklusif KPwBI Malang, Fida Affa Arif mengatakan bahwa Bank Indonesia saat ini mempunyai program mengenalkan pembayaran non tunai di destinasi wisata.

"Kemarin sudah di pasar, kampus dan tempat ibadah dan destinasi wisata ini menjadi hal yang penting. Banyak sekali peluang salah satunya pedagang atau pintu masuk yang bisa menggunakan non tunai," ujar Fida.

Bahkan sosialisasi di destinasi wisata ini dikatakan Fida sangat penting mengingat wisatawan asing saat ini juga sudah mengenal pembayaran cashless atau non tunai.

"Yang paling sering atau familiar menggunakan QR Code adalah China yang sampai pengemis saja mengalungkan barcode nya untuk sisi keamanan. Kalau kita bisa menggunakan QR code di destinasi wisata, tentu akan bisa menarik wisatawan asing termasuk China," ungkap Fida.

"Kita sekarang sedang mengenalkan Qris serentak se Indonesia dan menggaungkan lagi. Masyarakat kami memang banyak yang belum paham mengenai Qris. Nah tugas kami ini ingin mengenalkan, termasuk di puncak acara nanti kan banyak orang," imbuhnya.

Dalam sosialisasi QRIS di Desa Wonokitri, beberapa pertanyaan juga sempat di suarakan oleh warga untuk mengetahui bagaimana sistem kerja pembayaran non tunai dan apa keuntungan bagi yang menggunakan.

Salah satu warga Desa Wonokitri, Puja Wasteta mengaku sebenarnya pembayaran non tunai ini cukup bagus, tapi ia masih terkendala dengan pendataan keluar masuknya keuangan jika melakukan transaksi karena sinyal menjadi kunci utama pada sistem seperti ini.

"Ini sangat bagus apalagi untuk wisata, tapi bank terdekat kami BRI di Tosari dan Mandiri di Nongkojajar. Selain itu kami masih terkendala e-banking karena sinyal dan beberapa kali memasukkan transaksi itu tidak berhasil, lalu kalau pakai ini apa lebih mudah," tanya Puja kepada perwakilan dari BI.

Mendapat pertanyaan seperti itu, Fida mengatakan sudah ada progres tentang sinyal yang menjadi kendala di daerah pegunungan seperti Bromo dan sekitarnya. 

"Sudah kita kerjakan, dari tahun sebelumnya kita sudah uji sinyal menggandeng Telkomsel, kemudian kita kenapa gandeng Link Aja, karena mereka juga satu manajemen," katanya.

"Nah yang kemarin kita uji sinyal, masuk di daerah Cemoro Lawang juga bagus, makanya kita terus mencoba menggunakan QRIS di 2 tempat tersebut. Tapi kita juga sembari berkodinasi terus dengan Telkomsel untuk memperkuat jaringannya, misalnya menggunakan ripiter dan lain sebagainya nanti kita kordinasikan lagi," sambungnya menjelaskan.

Di sisi lain, Fida menuturkan sekarang masih akan edukasi lebih masif dulu, tapi nanti melalui perwakilan bank terdekat yang bisa mengedukasi. 

"Jadi sebenarnya bank selaku penyelenggara jasa itu harus edukasi dari pedagang itu sendiri. Di sini tadi ada kan perwakilan dari BRI, Mandiri juga dan itu nanti yang menerbitkan QRIS-nya dan ada juga Link Aja. Jadi bank juga ada kewajiban untuk melakukan edukasi," pungkasnya.