Pedagang saat melayani pembeli di Pasar Besar Kota Batu. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Pedagang saat melayani pembeli di Pasar Besar Kota Batu. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

Terhitung hingga 8 Maret 2020, data realisasi retribusi pasar dan los di Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) sudah meningkat mencapai 300 persen. Realisasi meningkat itu didapatkan dari retribusi pelayanan pasar dan los pada triwulan pertama. 

Dari targetn Rp 10 juta, bisa terelisasi Rp 34,6 juta. Naiknya secara drastis atau hingga 3 kali lipat lantaran adanya rencana pembangunan Pasar Besar Kota Batu.

“Tentunya hal ini yang bagus. Karena ada rencana pembangunan Pasar Besar Kota Batu, para pedagang berbondong bayar,” ucap Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso. 

Ia menambahkan,  rencana pembangunan Pasar Besar Kota Batu tahun 2021 mendatang, membuat pedagang yang memiliki surat keterangan (SK) lapak harus segera membayar pajak.

Sebelumnya memang ada pedagang dalam pembayarannya sulit. Namun dengan adanya perencanaan pembangunan tersebut, akhirnya mereka melakukan pembayaran.  “Sebab di saat Pasar Besar Kota Batu selesai dibangun, pedagang bisa mengurus dan mendapatkan lapak,” imbuh Punjul.

Pembangunan Pasar Besar bakal dilaksanakan pada tahun 2021 mendatang. Anggarannya Rp 200 miliar  di Anggaran Pendapatan Belanja Nasional (APBN).

Rencananya relokasi pedagang bakal dilaksanakan akhir tahun 2020, sekaligus pemerataan lahan. Sebab,  tahun 2021 Pasar Besar Kota Batu harus rata dengan tanah.