Petugas operasi gabungan saat gembosi kendaraan roda dua yang parkir di area terlarang di Jl. Veteran (Istimewa).
Petugas operasi gabungan saat gembosi kendaraan roda dua yang parkir di area terlarang di Jl. Veteran (Istimewa).

Puluhan kendaraan roda dua yang parkir di trotoar digembosi petugas gabungan operasi Dinas Perhubungan Kota Malang, Rabu (11/3/2020).

Tindakan tegas tersebut diambil lantaran juru parkir dan pengendara masih nekat memarkirkan kendaraannya di kawasan terlarang. 

Salah satunya adalah memarkirkan kendaraan di trotoar yang semestinya digunakan para pejalan kaki.

Operasi gabungan tersebut setidaknya menyasar tiga lokasi berbeda yaitu Jl Veteran, kawasan belakang kampus UIN Maulana Malik Ibrahim, dan kawasan samping Mal Dinoyo City. Pengewesan sengaja dilakukan agar pengendara tak lagi melakukan parkir di kawasan yang dilarang.

Kabid Parkir Dishub Kota Malang, Musthaqim Jaya menyampaikan, petugas akan ditempatkan di kawasan larangan parkir mulai Kamis (12/3/2020) besok. 

Jika masih ada juru parkir atau pengendara yang bandel, maka akan mendapatkan tindakan tegas.

"Semua sudah kami tindak tegas. Besok sudah tidak boleh lagi parkir sembarangan. Koordinator parkir juga langsung kami ganti," katanya.

Tindakan tegas itu menurutnya diambil lantaran bukan hanya satu kali jukir nekat membuka lahan parkir di lahan terlarang. 

Salah satunya seperti trotoar yang berada di kawasan Jl Veteran. Karena meski beberapa kali dilarang, jukir masih saja kembali membuka lahan parkir di tempat yang sama.

Untuk memberi efek jera dan tindakan tegas, puluhan kendaraan yang diparkir di atas trotoar di Jl Veteran pun sengaja digembosi. 

Petugas yang ikut dalam operasi gabungan pun menggembosi satu persatu kendaraan roda dua yang berjajar di area tersebut.

"Apapun alasannya itu tidak dibenarkan. Sudah berapa kali ini ditertibkan masih sama saja. Kalau ban digembosi itu konsekuensi, jangan tersinggung," tegasnya.

Sementara itu, koordinator parkir di Jl Veteran, Sny menyebut jika pihaknya telah bekerjasama dengan pihak Universitas Brawijaya (UB) Malang. Itu sebabnya, selama ini ia dan anak buahnya masih bertahan dengan lahan parkir tersebut.

"Kami pikir selama ini enggak ada masalah dengan pihak UB, ya kami tetap memanfaatkan," katanya setelah memperlihatkan bukti setoran atas nama Rektor UB sebesar Rp 2 juta perbulan kepada petugas yang memberi tindakan tegas dalam operasi gabungan tersebut.

Sementara itu, Staf Ahli Wakil Rektor bidang Keuangan dan Umum Haru Permadi daat dikonfirmasi menyampaikan jika kabar tersebut masih akan ditelusuri dan dikonfirmasi lebih jauh lagi. "Kami akam cek kembali seperti apa," katanya.