Prosesi Pengukuhan YKI Cabang Madiun Sedang Berlangsung di Asrama Haji Kota Madiun, Selasa (10/3/2020)
Prosesi Pengukuhan YKI Cabang Madiun Sedang Berlangsung di Asrama Haji Kota Madiun, Selasa (10/3/2020)

Kewaspadaan terhadap bahaya kanker serviks atau kanker leher rahim perlu ditingkatkan. Hal itu dikarenakan banyaknya pasien meninggal dunia akibat serangan kanker leher rahim. 

"Setidaknya 50 perempuan Indonesia meninggal karena Kanker Leher Rahim lahir setiap tahunnya,” kata Ketua Penggerak PKK Kota Madiun Yuni Setyawati saat Pengukuhan Pengurus Baru Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Cabang Madiun masa bakti 2020-2025 di Asrama Haji Jl. Ring Road Barat, Ngegong, Kec. Manguharjo, Kota Madiun, Selasa (10/3/2020). 

Karena itu, sambung dia, sekecil apapun usaha yang dilakukan dan oleh siapapun, akan bermanfaat pada pencegahan kanker.

Kegiatan pengukuhan itu dilakukan sekaligus dalam rangka peringatanan hari Kanker. Dalam kegiatan itu juga dilangsungkan dengan Pap Smear untuk mendeteksi sejak dini Kanker Leher Rahim pada wanita.

Pengukuhan tersebut juga dihadiri oleh Wali Kota Madiun Maidi, Ketua Penggerak PKK Kota Madiun, Ketua Penggerak PKK Provinsi Jawa Timur, Wakil Ketua YKI Provinsi Jawa Timur, Ketua Cabang YKI Madiun, Sekda Kota Madiun dan Ketua DPR Kota Madiun.

Menurut DR.Dr. Hendrian D.Soebagjo,SpM (K) Kanker merupakan Silent Killer, Kanker ini spesifik diderita oleh wanita. Menurut data 2018 di Indonesia angka kejadian penyakit Kanker 136,2 per 100 ribu penduduk, Sedangkan untuk angka kejadian kanker tertinggi pada laki-laki ada kanker paru-paru sebesar 19,4 per 100 ribu penduduk, oleh sebab itu perlu diperhatikan secara khusus.

Ketua Penggerak PKK Provinsi Jawa Timur Arumi Bachsin Dardak yang hadir dalam kesempatan itu menyatakan turut memberikan support secara moril. "Saya senang karena terdapat target 1.500 wanita yang melakukan pemeriksaan diri baik itu IVA test dan juga Pap Smear, karena itu adalah langkah awal sesuai dengan tugas dan fungsi dari YKI preventif, promotif dan suportif," kata dia.