Wali Kota Malang Sutiaji (Dok. MalangTIMES)
Wali Kota Malang Sutiaji (Dok. MalangTIMES)

Jalan berlubang di Panji Suroso telan korban. Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPUPRPKP) telah berkoordinasi dengan Balai Besar Jalan Nasional. 

Malam ini (10/3/2020), pembenahan kawasan tersebut langsung dikerjakan.

Wali Kota Malang Sutiaji menyampaikan, sebelum menelan korban, kerusakan Jalan Panjo Suroso lebih dulu dilaporkan kepada Balai Besar Jalan Nasional. 

Lantaran kawasan Jl Panji Suroso memang menjadi tanggungjawab pemerintah pusat.

"Saat kejadian kami juga langsung koordinasikan. Hari ini langsung dibenahi," katanya, Selasa (10/3/2020).

Dia menyampaikan, pembenahan jalan nasional dan jalam provinsi tak dapat dilakukan begitu saja oleh pemerintah Kota Malang. 

Karena dalam aturan yang ada, jalan telah dibagi sebagaimana ketentuan yang ada. 

Sehingga Pemkot Malang mengusulkan agar ke depan dilakukan pelimpahan perawatan terhadap jalan nasional dan jalan provinsi kepada Kota Malang.

"Karena daerah yang tahu kondisi, agar perawatannya saja dilimpahkan ke daerah," tambah dia.

Lebih jauh dia menyampaikan jika kecelakaan yang terjado tersebut salah satunya juga dikarenakan kondisi jalan yang memang semestinya menjadi tanggungjawab pemerintah.

Sehingga dia menyampaikan permintaan maafnya atas insiden tersebut dan akan melakukan perbaikan.

Sementara itu, Kepala DPUPRPKP Ir Hado Santoso menjelaskan jika pembenahan area Jl Panji Suroso akan dilaksanakan oleh Balai Besar Jalan Nasional pada Selasa (10/3/2020) malam nanti. 

Sebelumnya, DPUPRKP sempat menawarkan bantuan. Namun kemudian diputuskan untuk dikerjakan Balai Besar Jalan Nasional.

"Kami siap membantu, tapi informasi terakhir Balai Besar Jalan Nasional akan benahi sendiri nanti malam," terang pria yang akrab disapa Sony itu.

Sony menyampaikan, saat ini sederet jalan berlubang diKpta Malang telah didata. 

Sebagian besar telah masuk tahap tender dan akan segera dilakukan pengerjaan secara fisik.

Namun, sebagian jalan lainnya masih menunggu antrean untuk proses tender.

"Seperti jalan di Madyopuro, hari ini kami tutup material padat sembari menunggu tender. Minggu depan kami juga lelang 80 lokasi pemingkatan jalan," tutup Sony.