Anggota Komisi C DPRD Kota Malang Ahmad Fuad Rahman. (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).
Anggota Komisi C DPRD Kota Malang Ahmad Fuad Rahman. (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).

Lalu lintas Kota Malang menjadi pekerjaan rumah tersendiri bagi pemerintah. Sebab, hingga sekarang, kemacetan masih banyak terjadi di berbagai titik dan banyak dikeluhkan masyarakat serta pengendara jalan. 

Pemerintah Kota (Pemkot) Malang pun terus dituntut mencari formula yang tepat dalam mengatasi permasalahan tersebut.

Anggota Komisi C DPRD Kota Malang Ahmad Fuad Rahman menyampaikan, salah satu penyebab masih semrawutnya lalu lintas Kota Malang adalah karena Dinas Perhubungan (Dishub) belum memiliki tata transportasi lokal. Padahal, tata transportasi lokal tersebur semestinya dimiliki setiap daerah.

"Tata transportasi lokal penting dimiliki. Sehingga saat mengatasi lalu lintas, nggak hanya reaksional. Tapi semua terencana dengan baik. Itu yang saya dapat saat kunjungan ke Kementerian Perhubungan," katanya.

Fuad menyebut, tata transportasi lokal semestinya harus segera dibuat. Dengan begitu, lebar jalan yang semestinya dapat diketahui. Sehingga masyarakat juga tidak akan sembarangan berjualan di pinggir jalan seperti yang banyak dikeluhkan selama ini.

Selain itu, melalui tata transportasi lokal tersebut, juga alan  ditemukan solusi lain. Salah satunya adalah keberadaan transportasi umum yang memang perlu adanya perbaikan. 

Dia berharap, Kota Malang segera merealisasikan layanan transportasi yang berbasis pada pemerintahan. Yakni sopir digaji  pemerintah dan tak lagi kejar setoran. Sehingga, transportasi umum akan berjalan sesuai ketentuan tanpa harus menunggu penumpang penuh di pinggir jalan seperti sekarang. Melalui program ini, Fuad optimistis penumpang akam kembali tertarik menggunakan transportasi umum.

"Dan paling penting lagi, trotoar untuk pejalan kaki juga harus dibenahi. Jangan hanya jalan untuk kendaraan. Pejalan kaki itu kasihan sering mengeluh," tambah politisi PKS itu.

Di sisi lain, dia juga berharap agar pemerintah di Malang Raya bertemu untuk membahas permasalahan kemacetan tersebut. Sebab, kemacetan pada dasarnya bukan hanya masalah Kota Malang, melainkan masalah bersama yang harus dicarikan solusi bersama juga. "Apalagi tol sebentar lagi operasi," tutup Fuad.