Sosialisasi QRIS bersama BI Malang (Hendra Saputra)
Sosialisasi QRIS bersama BI Malang (Hendra Saputra)

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Malang terus mendorong penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) dengan menggunakan tagline "Ayo Nganggo QRIS ben Mbois Ker".

Untuk meningkatkan penggunaan transaksi non tunai melalui QRIS, Bank Indonesia Malang menyelenggarakan pekan QRIS Nasional pada 9 hingga 14 Maret 2020. Tak hanya di Malang, QRIS juga serentak dilakukan di 46 kantor perwakilan Bank Indonesia lainnya.

Kegiatan ini dilakukan di kampus, tempat ibadah, pasar tradisional, tempat wisata sehingga bisa menyentuh semua sektor dan lapisan masyarakat.

Sosialisasi pertama dilaksanakan kepada para mahasiswa dan pedagang di kantin Politeknik Negeri Malang (Polinema). BI Malang bersama dengan Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) melakukan talkshow yang membahas implementasi serta pentingnya migrasi ke QRIS kepada peserta kegiatan.

Kepala Tim Sistem Pembayaran, Pengedaran Uang Rupiah, Layanan dan Administrasi Kantor Perwakilan BI Malang, Rini Mustika Ningsih mengatakan bahwa kegiatan ini memang serentak dilakukan di Indonesia.

"Perdananya pekan QRIS Nasional di 2020, untuk Malang itu 'Ayo Nganggo QRIS ben Mbois Ker'. Jadi seluruh Indonesia, hari ini serentak memulai pekan QRIS Nasional 2020. Agar masyarakat umum tidak hanya milenial yang mengenal pembayaran dengan barcode ini," ujar Rini Mustika Ningsih.

Saat ini di wilayah kerja BI Malang, Rini mengaku penggunaan QRIS tercatat sudah mencapai 57 ribu dan ia berharap dengan sosialisasi ini semakin banyak yang menggunakan QRIS.

"Sebenarnya sih seluruh lapisan masyarakat ya, tidak hanya milenial saja, makanya kami Bank Indonesia juga bekerjasama dengan bank-bank yang sudah mendapatkan persetujuan," harap Rini.

Untuk diketahui, PJSP seperti Link Aja (dengan Merchant Aggregator BNI dan BRI) dan Bank Syariah Mandiri (BSM) akan melakukan pendaftaran sebagai merchant QRIS maupun migrasi dari QR Code lama menjadi berstandar QRIS.