Kendaraan angkutan umum di Terminal Kota Batu. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Kendaraan angkutan umum di Terminal Kota Batu. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

Hingga saat ini, Kota Batu masih belum memiliki uji kir sejak 18 tahun berdiri sebagai kota yang mandiri. 

Karena itu Organda (organisasi angkutan darat) Kota Batu menginginkan kehadiran uji kir tahun ini. 

Jika tidak mereka pun mengancam turun dengan banyak masa  di Balai Kota Among Tani.

“Kami menginginkan tahun ini uji kir bisa dibangun di Kota Batu. Karena kami rasa ini merupakan hal yang mendesak,” kata Kabid Hukum dan Perizinan Organda Kota Batu, Rudi Eko Prasetyo.

Sebenarnya sopir angkutan umum Kota Batu bisa melakukan uji kir di Kota Malang dan Kabupaten Malang. 

Tetapi, mereka merasa seperti dianaktirikan ketika harus mengurus uji kir di Kota Malang atau Kabupaten Malang.

Karena itulah, para sopir Kota Batu memilih melakukan uji kir di Kabupaten Pasuruan meskipun jaraknya lebih jauh. 

Karena di sana mereka mendapatkan pelayanan yang memuaskan. 

Sedang untuk satu kali uji kir setiap 6 bulan, harus mengeluarkan uang sekitar Rp 175 ribu sampai Rp 250 ribu. 

“Karena hal ini kami mendesak agar Pemkot Batu bisa mendirikan uji kir,” imbuhnya.

Karena merasa tidak segera direalisasikan mereka mengancam akan mengerahkan 7.000 armada untuk menduduki Balai Kota Among Tani Batu. 

“Ya semoga keinginan organda bisa terpenuhi di tahun ini. Apalagi kalau uji kir hadir juga akan berdampak positif untuk Pemkot Batu juga,” tutup Rudi.