Kadinkes Jombang drg Subandriyah saat diwawancarai. (Foto: Adi Rosul/ JombangTIMES)
Kadinkes Jombang drg Subandriyah saat diwawancarai. (Foto: Adi Rosul/ JombangTIMES)

Ada 15 orang dalam pemantauan Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang. Belasan orang tersebut diketahui masuk Jombang setelah melintas ke daerah yang terjangkit virus Corona atau COVID-19.

Kepala Dinkes Jombang Subandriyah mengatakan, kelima belas orang itu merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) yang datang ke Jombang untuk bekerja. Mereka terdeteksi telah melintas ke beberapa wilayah yang terjangkit virus Corona, seperti Malaysia, Singapura hingga Australia.

"Sampai hari ini tinggal 15 orang dari 45 orang. Mereka melintas ke wilayah yang terjangkit, seperti Malaysia, Singapura, Australia dan Thailand," terangnya saat diwawancarai seusai Rakor pencegahan virus Corona di ruang Swagata Pendopo, Kabupaten Jombang, Jumat (6/3).

Diterangkan Subandriyah, lima belas orang tersebut sudah dipantau oleh pihak Dinkes Jombang selama 14 hari sejak mereka datang ke Jombang. Pemantauan tersebut melibatkan petugas medis dari Puskesmas untuk memantau kesehatan lima belas orang tersebut.

"Kita lakukan pemantauan melalui suhu tubuh. Ada tidak peningkatan suhu tubuh, ada tidak gejala batuk," ujarnya.

Subandriyah tidak menyebutkan dimana posisi lima belas orang tersebut untuk menjaga privasi mereka. Dari hasil pemantauan, lima belas tersebut dinyatakannya negatif dari virus Corona.

"Alhamdulillah kondisinya baik. Juga tidak ada tanda-tanda infeksi Corona, tidak batuk juga tidak ada tanda-tanda pneumoni," kata Subandriyah.

Sementara, Bupati Jombang Mundjidah Wahab juga memastikan tidak ada orang yang terjangkit virus Corona di Jombang. Kendati begitu, ia terus menyampaikan ke masyarakat agar tetap wasapada. "Tidak ada virus Corona di Jombang," ucapnya.

Ia juga mengimbau ke masyarakat agar tidak khawatir dengan hebohnya virus Corona. Bupati mengajak agar masyarakat tetap kondusif. "Virus Corona yang ada ini saya harap semuanya tetap tenang dan jangan panik. Di Jombang, dikatakan Ibu Gubernur di Jawa Timur ini aman. Kita tetap jaga kondusivitas bersama," pungkasnya.(*)