nekat, sejumlah pelajar dan masyarakat tetap melewati jemabtan itu meski sudah ada papan larangan untuk melewati jembatan itu (Joko Pramono/ JatimTIMES)
nekat, sejumlah pelajar dan masyarakat tetap melewati jemabtan itu meski sudah ada papan larangan untuk melewati jembatan itu (Joko Pramono/ JatimTIMES)

Dinas PU Binamarga dan Tata Ruang Kabupaten Tulungagung memasang papan imbauan agar masyarakat tidak menggunakan jembatan gantung. Pasalnya jembatan yang berusia puluhan tahun itu kondisinya sudah mengkhawatirkan.

Papan iimbauan itu dipasang di sisi barat dan timur jembatan gantung yang berada di Desa Waung, Kecamatan Boyolangu.

“Sudah dipasang sejak beberapa waktu lalu," ujar Sekretaris Dinas PU Binamarga dan Tata Ruang, Robinson Nadeak.

Jembatan yang menghubungkan antara Desa Waung dan Kelurahan Kedungsoko ini masih kewenanangan Jasa Tirta dan belum diserahkan ke Dinas PU.

Jika ada kerusakan maka merupakan tanggungan Perum Jasa Tirta, namun masyarakat selalu meminta PU untuk memperbaiki jembatan ini.

Jembatan ini sering mengalami kerusakan pada bagian alasnya yang terbuat dari plat besi. Seringkali plat itu mencuat hingga membahayakan pengguna yang didominasi oleh pelajar.

Meski sudah diberi imbauan untuk tidak melewati jembatan itu, nyatanya masih banyak warga dan pelajar yang nekat melintas di atas jembatan itu.

Pasalnya jika tidak melewati jemabatan ini, mereka harus memutar sejauh 5 kilometer untuk menyeberang Sungai Ngrowo.

“Kalau ditutup, kita harus memutar sejauh 5 kilo,” ujar warga sekitar, Agus.

Agus tidak menampik jika kondisi jembatan saat ini memang berbahaya. Dirinya meminta agar jembatan ini bisa diperbaiki agar bisa digunakan dengan aman.

Sementara itu Kasat Lantas Polres Tulungagung, AKP Aristanto Budi Sutrisno mendukung langkah yang diambil oleh PU. Menurutnya kondisi jembatan saat ini memang berbahaya.

Pihakya akan memberikan teguran pada pengguna yang nekat menggunakan jembatan itu.

“Kita tidak ingin ada kejadian kecelakaan saat melintas di atas jembatan itu,” ujar Kasat lantas.

Menurutnya tindakan yang diambil PU sudah tepat untuk melindungi masyarakat Tulungagung dari kejadian yang tidak diinginkan.