Proses evakuasi dua korban meninggal perahu tenggelam di Sungai Brantas Jombang (Foto: Adi Rosul/ JombangTIMES)
Proses evakuasi dua korban meninggal perahu tenggelam di Sungai Brantas Jombang (Foto: Adi Rosul/ JombangTIMES)

Dua mayat yang ditemukan di aliran Sungai Brantas Jombang dipastikan korban perahu tenggelam. Jasad yang ditemukan warga Jombang dan Nganjuk itu merupakan operator perahu dan anggota TNI.

Komandan Tim (Dantim) Basarnas Surabaya Novix Heriadi mengungkapkan, dua jasad yang ditemukan dipastikan Dadang (22), warga Desa Ngrombot, Kecamatan Patianrowo, Kabupaten Nganjuk, dan Surip (45), warga Dusun Klaci, Desa Brodot, Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Jombang.

Dadang merupakan anggota TNI Yonif 521 Dadaha Yudha Kediri, sedangkan Surip adalah operator atau pengemudi perahu kayu yang tenggelam di Dam Klaci, Desa Brodot. "Sudah fix atas nama Dadang dan Surip," ungkapnya ke wartawan, Senin (2/3) siang.

Dijelaskan Novix, terungkapnya identitas dua korban tersebut diketahui dari hasil pemeriksaan sidik jari melalui alat mambis. Pemeriksaan dilakukan oleh Dokpol Polres Jombang dan Polres Nganjuk di kamar jenazah RSUD Jombang.

"Hasil dari indentifikasi sidik jari oleh tim dokpol," ujarnya.

Sementara, saat ini tim SAR gabungan masih berupaya mencari 2 korban lainnya yang belum diketemukan. Titik pencarian dilakukan pada radius 18 kilometer dari titik awal perahu tenggelam, yakni di Dam Klaci, Desa Brodot, Kecamatan Bandar Kedungmulyo.

"Pencarian kita fokuskan di Dam Karet Jatimlerek dan Dam karet Menturus, dan tempat-tempat yang kita curigai," bebernya.

Diberitakan sebelumnya, sebuah perahu penyeberangan terbalik di Dusun Klaci, Desa Brodot, Kecamatan Bandar Kedungmulyo, pada Sabtu (29/2) pukul 22.00 WIB. Perahu kayu bermesin diesel itu berpenumpang 6 orang, termasuk pengemudi perahu.

Dalam peristiwa nahas tersebut, dua orang selamat dari maut. Yakni, Feriansyah (25), Dusun Sentanan, Desa Ngrombot, Kecamatan Patianrowo, Kabupaten Nganjuk dan Sukar (55), Dusun Klaci, Desa Brodot Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Kabupaten Jombang.

Sedangkan, pengemudi perahu kayu bermesin diesel, Surip (40) dan seorang penumpang bernama Dadang ditemukan tidak bernyawa oleh warga Nganjuk dan Jombang pada pagi tadi. Saat ini, tinggal Anista Sugandis (18), Dusun Klaci, Desa Brodot, Bandar Kedungmulyo, Kabupaten Jombang dan Lutvy Dwi Septina (23), Desa Pacar Peluk, Kecamatan Mengaluh, Jombang masih dalam proses pencarian oleh tim SAR.(*)