Terlihat perahu BPBD Jombang sedang melakukan pencarian korban di Sungai Brantas. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)
Terlihat perahu BPBD Jombang sedang melakukan pencarian korban di Sungai Brantas. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)

Sebuah perahu penyeberangan berpenumpang enam  orang terbalik dan hanyut di Sungai Brantas, Jombang. Saat ini, petugas gabungan melakukan pencarian korban yang hanyut.

Peristiwa hanyutnya perahu penyeberangan ini terjadi Dusun Klaci, Desa Brodot, Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Kabupaten Jombang, pada Sabtu (29/2) malam.

Salah satu warga Dusun Klaci, Desa Brodot, Mustam (51), mengatakan, hanyutnya perahu penyeberangan itu terjadi sekitar pukul 21.30 WIB. Saat itu perahu mengangkut enam orang, termasuk pengemudi perahu bernama Surip (45), warga Desa Brodot.

Dari enam orang itu, dua orang selamat dan empat lainnya masih hilang. "Ada enam orang di perahu," ujarnya di lokasi kejadian, Minggu (1/3) siang.

Hanyutnya perahu kayu itu, menurut Mustam, karena baling-baling perahu tersangkut sampah yang berakibat matinya mesin. Karena itu, perahu yang dikemudikan Surip tersebut terbawah arus sungai hingga ke Dam Klaci. Kemudian perahu terbalik dan para penumpangnya hanyut.

"Perahu itu baling-balingnya tersangkut sampah. Terbawah arus, terus ke dam dan  anjlok ke bawah," kata Mustam.

Keterangan Mustam tersebut dibenarkan Komandan Tim Basarnas Surabaya Novix Heriadi. Ia mengatakan, ada empat korban perahu hanyut yang masih belum ditemukan.

Menurut Novix, perahu terbalik setelah melintas di Dam Klaci. Mesin perahu diperkirakan ada kerusakan sehingga membuat perahu tidak bisa berjalan. "Kemungkinan trobel mesin, terus terbawa arus. Ada dam, terus terbalik," kata Novix.

Pantauan wartawan di lokasi, sejumlah petugas dari BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Jombang, Basarnas, kepolisian, dan TNI mulai turun ke lokasi laka air tersebut. Sedikitnya ada empat perahu karet yang diterjunkan.

Perahu karet itu akan dioptimalkan untuk menyusuri sungai sejauh tujuh kilometer dari lokasi kejadian. "Pencarian kami maksimalkan dengan empat perahu karet. Sesuai SOP, kami lakukan pencarian selama tujuh hari," pungkas Novix.