Petugas medis saat melakukan evakuasi terhadap pasien yang positif terserang virus corona atau covid-19. (Foto: Istimewa)
Petugas medis saat melakukan evakuasi terhadap pasien yang positif terserang virus corona atau covid-19. (Foto: Istimewa)

Ada kabar cukup melegakan  terkait virus corona atau covid-19 yang telah menyebar di sebagian besar negara di dunia. Yakni ditemukan sebuah senyawa yang dapat mengobati virus tersebut. 

Kabar baik seperti ini sudah dinanti-nanti oleh semua kalangan agar corona  tidak menyebar semakin luas. Juga orang yang terpapar virus corona bisa pulih dan beraktivitas seperti biasa. 

Penemuan senyawa obat corona itu diungkapkan Kepala Deputi China National Center for Biotechnology Development Sun Yanrong. Menurut dia, zat chloroquine phosphate (senyawa yang biasa digunakan untuk obat malaria) dapat digunakan untuk membantu mengatasi sebaran virus corona. 

Zat tersebut dipilih bukan asal, tetapi sudah melalui proses skrining terhadap ribuan pilihan obat yang tersedia. Dilansir dari Clinical Trials Arena Media yang ada di China, dikatakan bahwa lebih dari 10 rumah sakit  di China telah melakukan uji klinis terhadap obat tersebut. 

Menurut beberapa peneliti, chloroquine phosphate mempunyai efek untuk antivirus, sehingga memungkinkan untuk digunakan sebagai bahan pengobatan terhadap virus corona atau covid-19. Dilansir dari CNN pada Jumat (28/2/2020) dan juga dikuatkan oleh pendapat ahli mikrobiologi Sugiyono Saputra, zat chloroquine phosphate  disebut punya antimalaria sekaligus memiliki aktivitas antivirus. "Obat itu juga dipelajari untuk pengobatan HIV (human immunodeficiency virus)," ujar Sugiyono, ahli mikrobiologi dari Pusat Penelitian Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Sugiyono menambahkan, meskipun sampai saat ini belum diketahui secara pasti virus apa saja yang dapat diobati oleh zat chloroquine phosphate, ecara umum dapat dianalogikan demikian. "Secara general bisa dianalogikan memang bisa digunakan (untuk serangan virus corona). Karena dari penelitian sebelumnya, zat itu bisa digunakan untuk anti-HIV.  HIV disebabkan virus RNA, sama seperti corona," ungkap Sugiyono. 

RNA merupakan jenis virus yang dapat terbentuk dari materi genetik RNA (asam ribonukleat). Beberapa penyakit untuk sementara ini yang disebabkan oleh virus RNA adalah  ebola, rabies, hepatitis C, HIV/AIDS, SARS (sever acute respiratory syndrome), dan penyakit dari virus corona atau covid-19.

Untuk diketahui, hingga saat ini, menurut penghitungan secara keseluruhan, virus corona telah menyerang 82.548 orang di 40 negara serta menelan korban jiwa hingga 2.810 jiwa. Tetapi terdapat klaim bahwa sebanyak 33.243 orang pasien sembuh dari serangan corona.