Pelengsengan di kawasan Muharto, Kelurahan Kotalama, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, yang ambrol karena longsor. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)
Pelengsengan di kawasan Muharto, Kelurahan Kotalama, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, yang ambrol karena longsor. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)

Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Malang untuk membangun rumah susun sederhana sewa (rusunawa) bagi warga yang bermukim di kawasan rawan longsor masih belum bisa direalisasikan dalam waktu dekat.

Meskipun solusi ini bakal menjadi antisipasi warga yang tinggal di Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas terhindar dari longsor, proses pembangunan rusunawa memang tidaklah mudah.
Salah satu kendalanya, Pemkot Malang harus menyediakan lahan untuk relokasi warga. Hal itu masih perlu kajian pendataan akan tempat tinggal warga yang berada di sempadan sungai.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang Hadi Santoso menyatakan, proses relokasi untuk pembangunan rusunawa masih membutuhkan kajian. Pihaknya belum bisa memastikan kapan bisa direalisasikan.

"Iya mungkin (relokasi warga). Kami nanti harus mendata dulu. Termasuk lahan mana yang mau dibangun (rusunawa)," ungkapnya.
Dijelaskan, terkait longsor yang terjadi di kawasan Jl Muharto saat ini, DPUPRPKP bisa melakukan tindakan kegawatdaruratan. Sebab, pembangunan pelengsengan yang ambrol memang bukan tanggung jawab Pemkot Malang, melainkan Balai Besar Wilayah Brantas. 
 

"Kami sudah melakukan penanganan darurat dengan memasang bambu penyangga. Kalau dindingnya (pelengsengan), itu wewenangnya Balai Besar Wilayah Sungai Kementerian PU," jelasnya. 

Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Soni ini mengungkapkan, banyak hal teknis yang masih harus diperhatikan untuk merealisasikan pembangunan rusunawa untuk warga di kawasan DAS Brantas. Apalagi, dari data DPUPRPKP, setidaknya terdapat 6 ribu KK yang hidup di pinggiran DAS Brantas di seluruh Kota Malang. "Prinsipnya adalah membangun tanpa menggusur agar tidak serta menggusur juga," pungkasnya.