Plengsengan di Muharto yang kembali ambrol usai diguyur hujan deras (27/2/2020) (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Plengsengan di Muharto yang kembali ambrol usai diguyur hujan deras (27/2/2020) (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

Lagi, plengsengan yang  ada di tepi Sungai Brantas, tepatnya di Jalan Muharto Gang V B RT 3 RW 9 Kelurahan Kotalama, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, ambrol dini hari (28/2/2020. Kali ini, plengsengan itu ambrol sepanjang 20 meter. Sebelumnya, pada 24 Februari 2020 lalu, plengsengan itu ambrol sepanjang 27 meter. 

Ambrolnya plengsengan tersebut terjadi setelah hujan deras kembali mengguyur Kota Malang selama beberapa jam ditambah aliran sungai yang semakin deras karena debit air meningkat.

Ketua RT 3, Dasuki ketika ditemui membenarkan jika terjadi ambrol susulan pada plengsengan di tepi Sungai Brantas tersebut. Pihaknya menyebut, jika ambrolnya plengsengan yang kedua ini, merupakan kejadian yang lebih parah dari pada sebelumnya.

"Ini lebih parah. Ambrolnya plengsengan itu ada retakan yang semakin mendekati rumah warga," bebernya saat ditemui wartawan.

Namun pihaknya bersyukur, beruntung dalam kejadian tersebut tidak memakan korban jiwa. Sebab kejadian terjadi pada tengah malam.

Akibat ambrol susulan tersebut, sama seperti kejadian sebelumnya, tiga bangunan kamar mandi milik warga setempat menjadi korban ambrolnya plengsengan ke dasar sungai Brantas yang memiliki ketinggian kurang lebih 12 meteran.

Untuk itu, guna memfasilitasi warga terdampak untuk mandi dan keperluan lainnya, pihaknya selanjutnya akan membuat lokasi Mandi, Cuci, Kakus (MCK) darurat untuk 13 KK yang terdampak.

"Sudah ada koordinasi dengan kelurahan untuk  membangun kamar mandi darurat. Sore nanti diharapkan kamar mandi sudah jadi," paparnya

Seperti yang diberitakan sebelumnya, plengsengan yang ada di tepi Sungai Brantas, tepatnya di Jalan Muharto Gang V B RT 3 RW 9 Kelurahan Kotalama, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, ambrol sepanjang 27 meteran. Ambrolnya plengsengan tersebut setelah hujan mengguyu Kota Malang selama kurang lebih dua jam.

Ambrolnya plengsengan tersebut diduga karena tak kuat menahan beban dari air yang meresap ke tanah ditambah lagi beban bangunan kamar mandi yang ada disekitarnya. Akibatnya beberapa bangunan warga seperti kamar mandi dan satu kandang ternak ikut ambrol bersama plengsengan ke dasar sungai.