Duta bSi Poetri mengajarkan pada pasien untuk mendaftar menggunakan gawainya (Joko Pramono for JatimTIMES)
Duta bSi Poetri mengajarkan pada pasien untuk mendaftar menggunakan gawainya (Joko Pramono for JatimTIMES)

RSUD dr. Iskak Tulungagung berencana menghapus sistem pendaftaran manual. Nantinya sistem pendaftaran berobat dan periksa di rumah sakit plat merah ini akan dilakukan melalui aplikasi android Si Poetri (sistem pendaftaran tanpa antri).

Rencana ini ditargetkan akan tercapai pada akhir tahun 2020 ini. Untuk memuluskan rencana itu, pihak RSUD dr. Iskak membentuk tim “Duta Si Poetri” yang bertugas mengedukasi masyarakat tentang pendaftaran online ini.

“Duta Si Poetri ini membantu masyarakat yang selama ini belum bisa mengakses melalu HP akan diajari sampai bisa,” ujar Direktur RSUD dr Iskak melalui Wadir Pelayanan RSUD dr. Iskak, Kasil Rohmat, Rabu (26/2/20).

Tujuannya agar masyarakat tidak perlu lagi mendaftar secara manual. Dengan pendaftaran secara online melalui aplikasi Si Poetri yang bisa diunduh di aplikasi Play Store, pasien tak perlu lagi antre untuk mendapatkan nomor periksa di Poli, sehingga antrian bisa berkurang.

Sebelum adanya Si Poetri, pasien yang hendak mendaftar bahkan harus rela antre sejak jam 3 pagi. Bahkan kondisi ini dimanfaatkan oleh calo pendaftaran dengan menarik sejumlah biaya hanya untuk mengantre mendapatkan nomer antrean di loket berobat.

“Rumah sakit pro aktif untuk melakukan pengajaran kepada calon-calon pasien agar dia bisa menggunakan HP nya sebagai alat pendaftaran,” terang Kasil.

Setelah mendaftar lewat Si Poetri, calon pasien cukup mendatangi mesin Anjungan Pendaftaran Mandiri (APM) atau disebut Si Tole.

Si Tole adalah perangkat komputer, layaknya alat cek in mandiri, yang mengabarkan kedatangan calon pasien setelah sebelumnya mendaftar lewat Si Poetri.

Secara mandiri calon pasien mengisi kode yang sebelumnya sudah dikirimkan lewat Si Poetri.

Sejak diluncurkan pada awal 2018 lalu, prosentase pasien yang menggunakan Si Poetri dan Si Tole kian meningkat. Terhitung sudah 30 persen menggunakan Si Poetri, 40 an persen menggunakan Si Tole dan sisanya masih mendaftar secara manual. Setiap hari ada 600-700 pasien yang berkunjung ke RSUD dr. Iskak.

“Kalau bisa (memakai Si Poetri) 100 persen (di akhir 2020),” tegas Kasil.

Kalau prosentase sudah mendekati 100 persen maka pendaftaran manual akan ditutup, kecuali untuk pasien yang berasal dari luar Kabupaten Tulungagung masih bisa menggunakan pendaftaran manual.

Ada sekitar 16 duta Si Poetri dan Si Tole yang secara aktif mendatangi pengunjung dan menunjukkan cara mendaftar secara online.

“Mereka akan mendatangi orang per orang diajari buka HP nya, kalau android diajari Si Poetri, kalau bukan (android) diajari mendaftar melalui SMS,” tutur Kasil lebih lanjut.

Dari mulai mendaftar hingga dilayani di poli, membutuhkan waktu sekitar 90 menit. Waktu itu menurun dari awal diluncurkanya aplikasi ini yang mencapai 200 menit lebih. Namun dirinya menargetkan waktu yang diperlukan akan bisa dipangkas sehingga pasien bisa segera dilayani.

Pendaftaran melalui aplikasi Si Poetri bisa dilakukan 7 hari sebelumnya, sedang melalui SMS untuk sehari sebelumnya.

Untuk format SMS mendaftar antrean, pasien cukup mengetik SMS: Untuk pasien lama umum, Daftar#no.rekammedis#nama#poli tujuan#umum. Untuk pasien lama BPJS, Daftar#no.rekam medis#nama#politujuan#BPJS. Sedangkan untuk pasien baru, Baru#nama#tanggallahir#poli tujuan#kepesertaan (umum/BPJS). SMS tersebut dikirim ke 082333553066.

Sementara itu salah satu pasien yang telah menggunakan aplikasi Si Poetri, Komsiah (60) asal Rejotangan mengaku sistem ini sangat membantu dan mempermudah pasien yang hendak berobat. Sistem manual menurutnya kurang sesuai di era teknologi saat ini, apalagi jarak rumah dan RSUD sekitar 25 kilo.

“Sangat membantu, kita enggak perlu lagi antre pagi-pagi,” ujar Komsiah.