Wali Kota Malang Sutiaji (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)
Wali Kota Malang Sutiaji (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)

Beragam proyek prioritas pembangunan di Kota Malang menjadi perhatian khusus. Pasalnya, pengelolaan dan pembangunan infrastruktur semestinya mampu memberikan sumbangsih terhadap daya saing ekonomi.

Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan, pertumbuhan ekonomi di Kota Malang masih stagnan. Meski begitu indeks pembangunan manusia (IPM) tahun 2019 mencapai yang tertinggi di Jawa Timur.
Ia juga menyoroti angka kemiskinan di Kota Malang yang telah bergeser di angka 4,7 persen dan mendapat peringkat terendah di Jawa Timur. Perubahan pertumbuhan ekonomi ini tentu dibarengi dengan kebijakan pembangunan.

"Kita mengalami stagnasi dalam pertumbuhan ekonomi. IPM naik walaupun lambat. PDRP (penanganan daerah wawan pangan) di Kota Malang saya kira kenaikannya cukup lumayan tahun 2019 kemarin. Tapi, pertumbuhan ekonomi mikro tidak bisa naik pesat. Maka kebijakan-kebijakan pembangunan di Kota Malang mestinya harus bisa menjawab ini," jelasnya ditemui usai mengisi acara Forum Perangkat Daerah Penyusunan Renja DPUPR Kota Malang, Rabu (26/2).

Apalagi, saat ini beberapa proyek pembangunan di Kota Malang mampu menarik perhatian investor luar negeri. Salah satunya yang terbaru mengenai wacana untuk membangun lintas rel terpadu (LRT).

Sayangnya, hal ini belum sepenuhnya mampu menjadi jaminan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Sebab, kesenjangan sosial antara si kaya dan yang miskin masih dinilai cukup tinggi. Nah, dari investasi-investasi yang ada inilah, menurut Sutiaji, harus bisa memberikan peningkatan dalam pertumbuhan ekonomi mikro. 

"Banyak investasi yang masuk di Kota Malang, tapi kesenjangan sosial masih begitu. Karena itu, kami di daerah mau tidak mau, pelan tapi pasti mendorong infrastruktur untuk ekonomi itu bisa berkembang bagus," imbuhnya.

Lebih lanjut, politisi Demokrat ini mengatakan di era serba digital, maka segala pencapaian itu juga harus berimbang. Akses layanan masyarakat juga diharapkan mampu lebih maksimal dijalankan seiring mewujudkan smart city di Kota Malang.

"Percepatan akses layanan dasar juga menjadi kebutuhan-kebutuhan itu. Apalagi, masyarakat kita sekarang juga bergerak cepat dengan dunia IT," tandasnya.