Kepala Dinsos-P3AP2KB, Penni Indriani (foto dok MalangTIMES)
Kepala Dinsos-P3AP2KB, Penni Indriani (foto dok MalangTIMES)

Penyandang disabilitas Kota Malang terus mendapatkan perhatian agar permasalahan kesehatan mereka terus terjaga dan dapat menjalani hidup dengan layak.

Untuk itu, distribusi bantuan untuk penyandang disabilitas di 'Bhumi Arema' oleh Dinas Sosial dan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos-P3AP2KB) Kota Malang terus dilakukan. Diinformasikan, dalam satu tahun pendistribusian dilakukan sembilan kali dan ditempatkan di setiap kecamatan.

Kepala Dinsos-P3AP2KB Kota Malang, Penny Indriani mengatakan bahwa pendistribusian bantuan untuk disabilitas terus dilakukan berkala dan tepat sasaran, sesuai dengan data yang dipunyai.

"Program dari APBD Kota Malang itu berupa beras, susu satu dus, kemudian biskuit, Itu dalam satu tahun sembilan kali dan sudah kami lakukan dengan tepat," ujar Penni Indriani.

Disinggung mengenai penanganan disabilitas, Penni mengungkapkan bahwasanya ada prosedur tersendiri untuk mengidentifikasi bagaimana permasalahan penyandang disabilitas.

"Secara umum, pertama kami lakukan penjangkauan dan pendataan, nah biasanya harus ada kuota karena keterbatasan anggaran. Itu kami kerja sama dengan puskesmas yang ada di tingkat kelurahan dan kecamatan. Dan kerja sama dengan forum keluarga penyandang disabilitas kecamatan. Kami minta data ke mereka, kemudian menyiapkan terapisnya secara kuota jenis disabilitas dan kami bikin kelompok-kelompok," ungkapnya.

Saat ini, rata-rata Dinsos-P3AP2KB melakukan terapi untuk 40 anak di setiap kecamatan untuk pemerataan di setiap bulannya. "Rata-rata Alhamdulillah dari kuota setiap kecamatan itu 40 anak, ya kami pemerataan. Pada saat terapi itu orang tua melakukan parenting skill untuk terapis anaknya, sehingga pada saat terapi itu orang tua akan melanjutkan terapi di rumah. Kan cuma 1 bulan sekali, jadi terapi itu berkelanjutan oleh orangtuanya," jelasnya.