Komisi C DPRD Kota Batu saat melihat tumpukan obat kedaluwarsa di Gudang Obat Puskesmas Batu, Jumat (21/2/2020).
Komisi C DPRD Kota Batu saat melihat tumpukan obat kedaluwarsa di Gudang Obat Puskesmas Batu, Jumat (21/2/2020).

Kali ini komisi C DPRD Kota Batu melakukan sidak di fasilitas kesehatan di Puskesmas Batu, Jumat (21/2/2020). Hasilnya ada gudang obat yang dirasa sudah tidak layak.

“Saya mendapati gudang obat sudah tidak layak. Alasannya banyak peralatan rusak dan sudah tidak layak pakai disimpan di gudang itu,” kata Wakil Ketua Komisi C, Didik Machmud.

Ia menambahkan di dalam gudang itu obat-obatan yang sudah kedaluwarsa juga masih ditumpuk dan menunggu untuk dimusnahkan di Mojokerto. Di sana merupakan tempat pemusnahan limbah B3 (Bahan Beracun dan Berbahaya).

“Jikalau memang rusak kami meminta harus dimusnahkan dan tidak tumpuk seperti itu. Karena cukup membahayakan,” imbuhnya 

Di sisi lain ada atap plafon yang jebol, lalu pintu yang terkelupas, dan sebagainya. Melihat revitalisasi terakhir dilakukan pada tahun 2012 silam. 

“Sudah 8 tahun tidak tersentuh. Sehingga melihat kondisi seperti ini perlu segera dilakukan perbaikan,” jelas Didik. 

Terpisah, dr. Ichang Sarazein Kabid Pelayanan Sumber Daya Kesehatan (PSDK) Dinas Kesehatan Kota Batu menambahkan, untuk pemusnahan limbah B3 pertahun menghabiskan anggaran sebesar Rp 27 juta. 

“Dua tahun ini obat kedaluwarsa mencapai 1 ton di Kota Batu. Sedangkan harganya per kilogram Rp 27.500, sehingga ada pembengkakan anggaran,” ucapnya.