Suasana acara Musyawarah Cabang Gerakan Pramuka Kota Malang, Jumat (21/2) (Arifina Cahyanti Firdausi/ MalangTIMES)
Suasana acara Musyawarah Cabang Gerakan Pramuka Kota Malang, Jumat (21/2) (Arifina Cahyanti Firdausi/ MalangTIMES)

Keberadaan Pramuka dinilai memiliki peran penting dalam pengembangan kehidupan seorang anak. Dengan beragam kegiatan yang juga bertumpu pada pendidikan mental dan fisik, karakter anak diharapkan mampu dibangun melalui gerakan ini.

Paling tidak kontribusi Pramuka untuk pengembangan di Kota Malang juga disoroti. Terlebih di era revolusi industri 4.0, bukan tidak mungkin Pramuka juga harus mengikuti perkembangan zaman.

Majelis Pimpinan Cabang (Mapincab) Gerakan Pramuka Kota Malang, Kak Sutiaji mengatakan Pramuka bisa menjadi salah satu untuk mengembangkan dunia kreatif di Kota Malang. Melalui musyawarah cabang ini proses mencari pemimpin diharapkan benar-benar dicapai oleh seseorang yang memiliki komitmen dan kompetensi yang tepat.

"Malang gudangnya orang kreatif, maka gerakan pramuka menjadi salah satu dari sekian cara bagaimana menjalankan itu. Alur yang sudah berjalan tetap dilakukan dengan baik, carilah pemimpin yang mampu memegang komitmen dan kompetensi untuk memajukan ini," jelasnya saat mengisi acara Musyawarah Cabang Gerakan Pramuka Kota Malang, Jumat (21/2). 

Apalagi, berkaitan dengan pendidikan karakter yang tengah digagas Pemerintah Kota (Pemkot) Malang, melalui Pramuka hal itu diharapkan mampu dikuatkan. Tentunya, ia juga menyoroti perbandingan cara mendidik kemandirian anak di zaman dulu dengan era sekarang.

Karenanya, Wali Kota Malang ini juga memiliki harapan besar bagi Pramuka masa kini. Soal penguatan pendidikan karakter melalui Pramuka, harus ada inovasi dan improvisasi baru. Sehingga nilai-nilai kemandirian, tolong menolong, saling menghargai bisa terus ditanamkan kepada anak.

"Karena semakin ke sini, tanggung jawabnya semakin berat. Pramuka sebetulnya menjadi wahana itu, nah bagaimana nanti model penguatan karakter saya kira perlu inovasi dan improvisasi yang dikuatkan lagi. Ini tantangan, karena Pramuka sekarang tidak sama dengan tahun 80an," imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Harian Kwarda Jawa Timur, H AR Purwadi mengungkapkan Kota Malang ke depan bisa menjadi pionir dan pelopor Pramuka. Sehingga, semakin mengokohkan posisi Jatim yang dalam Kwarnas ditetapkan sebagai barometer Pramuka di Indonesia.

"Esensinya, Pramuka adalan pendidikan sebagai organisasi. Kota Malang saat ini ada pada posisi ke 5 besar se-Jatim. Maka kita akan dorong bagaimana dengan terobosan baru, melalui konten dan fitur-fitur untuk ditambah. Sehingga harapannya, Kota Malang menjadi salah satu pionir dan pelopor Pramuka di Indonesia," ungkapnya.