(Dari kanan) Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kota Batu Arief Setyawan, Sekda Kota Batu Zadiem Effesiensi, Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso, dan Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko saat berada di depan Pasar Sayur.
(Dari kanan) Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kota Batu Arief Setyawan, Sekda Kota Batu Zadiem Effesiensi, Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso, dan Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko saat berada di depan Pasar Sayur.

Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko membeberkan bahwa usai dibangunnya Pasar Unit Sayur tahap II, angka penjualan mengalami kenaikan yang signifikan. Kenaikan itu mencapai hingga tiga kali lipat.

“Menurut data lapangan, setelah diperbaiki, rata-rata kenaikan penjualan mencapai 300 persen di Pasar Sayur,” kata  Dewanti.

Ia menjelaskan, dibangunnya Pasar Unit Sayur Kota Batu memang bertujuan untuk meningkatkan perekonomian pedagang di unit sayur. “Alhamdulillah bisa memberikan dampak yang positif bagi pedagang. Ini memang yang diharapkan dari sebuah pembangunan pasar,” ucapnya.

Sementara, Susanto -salah satu pedagang bawang merah di Pasar Sayur Batu- menambahkan, pada pembangunan tahap I, penjualannya mengalami lonjakan dibanding saat pasar belum dibangun. Namun dengan dibangunnya kembali pada tahap II, dagangannya semakin mengalami peningkatan.

“Semenjak usia dibangun tahap pertama, sudah ada peningkatan. Dengan diresmikannya pasar sayur ini, terus mengalami peningkatan,” ucapnya.

Peningkatan itu bisa terjadi bukan karena bangunannya saja, tapi karena kebersihan yang membuat pembeli menjadi nyaman.

Grand launching Pasar Sayur itu diresmikan oleh Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko pada Senin (17/2/2020). Ada 136 kios dan 138 los di Pasar Sayur Baru itu.