Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko saat melihat salah satu stan di Expo KKM UIN Mengabdi 2020. (Foto: istimewa)
Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko saat melihat salah satu stan di Expo KKM UIN Mengabdi 2020. (Foto: istimewa)

Dari pagi hingga sore (Senin, 17/2/2020), mahasiswa peserta Expo KKM (Kuliah Kerja Mahasiswa) UIN Mengabdi 2020 meramaikan lantai 4 dan lantai 5 Gedung Rektorat Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Maliki/UIN Malang).

Mereka telah melakukan KKM di 18 kecamatan Kabupaten Malang dan Kota Batu. Beragam produk dari masyarakat desa yang ditempati hingga produk yang dibuat saat KKM dipajang.

Dalam expo KKM tersebut Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko memberikan apresiasi atas program KKM yang digagas UIN Malang tersebut.

Ia menuturkan, program tahunan ini sangat bersinergi dengan visi kota yang ia pimpin. Yakni memberdayakan masyarakat agar menjadi lebih mandiri dimulai dari tingkat pedesaan.

Tak hanya itu, dengan adanya sumbangsih keilmuan dari mahasiswa, pemerintah Kota Batu dapat dengan mudah mengeksekusi dana yang digelontorkan pemerintah pusat.

Dana yang didapatkan oleh setiap desa ini tergolong banyak. Untuk desa di Kota Batu saja, masing-masing desa dipercaya mengelola minimal Rp 4,5 miliar.

"Sayangnya, di tahun sebelumnya, dana tersebut harus dikembalikan karena tidak ada program bagus yang dilaksanakan," ucapnya.

Dewanti melanjutkan, walaupun ada sejumlah dana yang terserap, kegiatan yang digagas masyarakat kurang memberi manfaat jangka panjang. Maka, saat tahu bahwa UIN Malang berniat menjadikan desa-desa di Kota Batu sebagai tempat KKM, pihaknya menyambut positif.

"Dengan sumbangsih pemikiran hasil belajarnya mahasiswa UIN Malang, ada program-program unggulan yang nantinya menguntungkan pihak desa juga Kota Batu," katanya bersemangat.

Dewanti yakin, segala hal yang dilakukan mahasiswa UIN Malang selama KKM di wilayah manapun akan meninggalkan kesan. Terutama, ide-ide yang dikeluarkan demi pembangunan masyarakat pedesaan.

"Jika ide yang disumbangkan dapat direalisasikan dalam jangka panjang, pastinya ini jadi amal jariyah juga bagi adik-adik mahasiswa," tuturnya.

Expo KKM UIN Mengabdi 2020 tak hanya wadah memamerkan produk hasil KKM selama sebulan. Namun juga dijadikan ajang perlombaan. Setiap perwakilan di 18 tingkat kecamatan tampil mempresentasikan program kerja juga unggulannya, dinilai juri tamu dari Dinas Kehutanan Wilayah Malang dan UIN Sunan Ampel Surabaya.

Ketua Unit Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) UIN Malang Dr Tutik Hamidah mengatakan, Expo KKM UIN Mengabdi 2020 merupakan bagian rangkaian agenda KKM yang dilaksanakan selama satu bulan.

Dari 28 Desember 2019 hingga 28 Januari 2020, sejumlah 2.983 mahasiswa UIN Malang ditempatkan di 15 kecamatan di Kabupaten Malang dan 3 kecamatan di Kota Batu.

"Pogram Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) dirancang agar bersinergi bersama masyarakat untuk mengembangkan beberapa sasaran prioritas," katanya.

Pertama, peningkatan kualitas keagamaan melalui aktivitas dakwah. Kedua, peningkatan kualitas pendidikan, seni, dan budaya. Ketiga, peningkatan kualitas kesehatan masyarakat dan lingkungan. 

Keempat, peningkatan kualitas pangan dan ekonomi kreatif. Kelima, implementasi teknologi tepat guna dan teknologi informasi komunikasi serta kegiatan lainnya yang sesuai dengan kompetensi mahasiswa dan berdasarkan kebutuhan masyarakat menuju arah kemajuan.