Nampak seorang ibu-ibu yang tengah menyelamatkan perabotannya yang terkena banjir (ist)
Nampak seorang ibu-ibu yang tengah menyelamatkan perabotannya yang terkena banjir (ist)

Curah hujan tinggi yang berlangsung sekitar tiga jam lebih mulai sekitar pukul 15.00 wib hingga pukul 18.00 wib, membuat banjir parah di kawasan Kecamatan Sukun. Banjir parah terjadi salah satunya di RT 3 RW 3, Kelurahan Tanjungrejo, Kecamatan Sukun, Kota Malang.

Terekam dalam sebuah video, air meluap hingga memasuki rumah warga. Barang-barang perabot seperti elektronik dan lainnya nampak terendam banjir. Bahkan dalam juga terdapat sebuah foto menunjukan satu mobil ikut terendam banjir. Tak hanya itu, sampah-sampah pun  juga muncul ke permukaan akibat terbawa arus luapan banjir.

Ketua RT 3 Muhammad Hadi menuturkan, jika banjir dilingkungannya tersebut memiliki ketinggian kurang lebih sekitar 1 sampai 1,5 meter. Banjir di lingkungannya merupakan banjir yang terparah dibandingkan dengan daerah RT lainnya.

"Ini yang terparah mas. Ya sekitar satu meteran itu sampai masuk rumah. Kalau di belakang yang dekat lapangan itu sampai 1,5 meter," di situ juga dekat sungai," ungkapnya ditemui wartawan (16/2/2020).

Saat banjir terjadi, pada anak-anak segera diungsikan di rumah Ketua RT. Bahkan bukan hanya anak-anak. Terdapat juga bayi yang baru saja dua Minggu lahir ikut diungsikan.

"Kasihan untung segera diungsikan kesini. Baru lahir 2 Mingguan lalu. Kasihan suaminya pas tidak di rumah. Nanti kalau bayinya sama anak-anak masih di sini," jelasnya.

Lebih lanjut Ia menjelaskan, untuk warga terdampak banjir dari data yang diperoleh terdapat lima balita, lima anak, enam lansia dan 20 rumah yang terendam banjir dengan ketinggian yang beragam.

"Tadi juga langsung ada tim relawan yang datang kesini membantu. Banjirnya sudah surut ya sekitar magrib tadi. Tapi saat ini masih tetap waspada," bebernya.

Banjir ini menurutnya semakin tahun menjadi semakin parah. Sebab, beberapa tahun sebelumnya, banjir tidak pernah terjadi. Terjadi banjir pun, bisa diprediksi sebulan satu kali.

"Kalau saat ini setiap hujan mesti banjir," ungkapnya

Sementara itu, pantauan di lapangan saat ini kondisi lokasi yang terdampak banjir telah mulai surut dan warga pun nampak telah bisa beraktivitas seperti biasanya. Namun meskipun begitu, di lokasi masih nampak terdapat para personel dari badan penanggulangan bencana Daerah (BPBD) Kota Malang yang masih siaga.