Petugas saat melihat kondisi tembok ambrol di Kampung Besta RT 4 RW 16, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji. (Foto: istimewa)
Petugas saat melihat kondisi tembok ambrol di Kampung Besta RT 4 RW 16, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji. (Foto: istimewa)

Curah hujan yang tinggi selama beberapa hari ini menyebabkab bencana di Kota Batu. Kali ini bencana yang terjadi itu di kawasan Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Minggu (16/2/2020).

Tembok yang menjulang tinggi di kawasan ini tepatnya di area jurang di Kampung Besta RT 4 RW 16, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, ambruk. Yang tersisa tinggal bongkahan batu bata merah sisa reruntuhan dinding tembok. Tim penanggulangan bencana yang mendengar kabar tersebut pun langsung meluncur ke lokasi.  Yakni tim BPBD Kota Batu, Perangkat desa, Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) Desa Tulungrejo, dan warga setempat.

Tembok yang ambrol itu sepanjang 40 tinggi dengan ketinggian 3 Meter. Diduga tembok itu  ambrol lantaran air hujan meresap ke dalam tanah, sehingga menyebabkan dinding miring.

“Sehingga saat hujan terus menerus membuat kondisi tanah pondasi yang gembur karena air hujan meresap ke dalam tanah,” kata Kasi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana daerah ( BPBD) Kota Batu, Achmad Choirur Rochim.

Kerusakan pada tembok bagian belakang Pabrik PT Asparagus yang roboh ke lahan kosong itu, sebagian  menimpa beberapa pohon apel.

Dalam kesempatan itu, Rochim menyebutkan, bencana yang terjadi saat musim hujan ini beragam, terjadi di tiga kecamatan Kota Batu. “Mulai dari tanah longsor, luapan air, hingga bangunan ambruk. Namun yang parah ini luapan air  karena masuk ke sejumlah rumah warga,” tutupnya.