Ilustrasi pencurian laptop (ist)
Ilustrasi pencurian laptop (ist)

13 Februari 2020 lalu, nampaknya menjadi hari yang apes bagi mahasiswi Helenna Sherly Yeliza, asal Dusun Tugu, Rejotangan, Kabupaten Tulungagung. Saat membeli nasi goreng yang harganya ribuan, dia malah merugi ratusan kali lipat atau sekitar Rp 9 juta.

Asal mula kejadian, saat itu, sekitar pukul 20.30 wib, korban usai dari rumah sang teman, berhenti di sebuah kedai nasi goreng. Tepatnya di jalan Sigura-Gura, Kelurahan Karangbesuki, Kecamatan Sukun Kota Malang.

Usai memarkirkan seda motor miliknya, korban lantas segera masuk ke dalam kedai untuk memesan nasi goreng. Saat itu ia sempat tidak ingat jika tengah membawa barang berharga berupa laptop. Laptop tersebut ia letakkan di bawah jok motor.

Sekitar tujuh menit menunggu, ada hal yang mengganjal dalam benak korban. Saat itu ia mulai ingat jika tengah membawa laptop dan ia letakkan di bawah jok motor. Dari situ iapun bergegas segera menuju sepeda motor miliknya untuk mengambil laptop.

Namun saat sampai pada sepeda motornya, ia terperanjat. Rasa lapar yang akan dibayar dengan nasi goreng berganti rasa panik dan kebingungan mencari keberadan laptop yang ia letakkan di bawah jok sepeda motor.

Iapun bertambah sedih ketika ornag-orang sekitarnya  yang ia tanya tak mengetahui keberadaan laptop miliknya yang berisi data-data penting. Karena putus asa mencari tak mendapatkan hasil, korbanpun pulang dan keesokan harinya melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwajib.

Kasubag Humas Polresta Malang Kota, Iptu Ni Made Seruni Marhaeni, mengatakan masyarakat harus waspada dam lebih hati-hati. Meskipun situasi terlihat aman, pihaknya menegaskan tetap untuk tidak meremehkan situasi.

"Kasus pencurian seperti ini, sudah seringkali terjadi. Makanya masyarakat harus lebih hati-hati. Jangan remehkan situasi," tegasnya

Untuk kasus tersebut, telah dilaporkan korban pada 14 Februari 2020. Saat ini kasusnya sudah dalam penyelidikan petugas. Kerugaina yang diderita oleh korban sebesar kurang lebih Rp 9 juta.